Renungan Harian 26 Januari 2021: Mbolos

0
670 views
Ilustrasi - Berani membolos sekolah karena ada acara perayaan Pekan Suci di gereja. (Ist)


PW. St. Timotius dan Titus, Uskup
Bacaan I: 2Tim. 1: 1-8
Injil: Luk. 10: 1-9
 
BEBERAPA tahun lalu, saya dipanggil oleh kepala sekolah sebuah SMA Negeri. Dalam surat yang diberikan kepada saya tertulis kepentingan untuk diminta keterangan sehubungan dengan beberapa murid yang Katolik.
 
Pada hari yang ditentukan saya datang ke sekolah untuk bertemu dengan kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah menyampaikan keluhan bahwa ada 5 orang murid Katolik membolos tidak mengikuti acara study tour sekolah.

Padahal menurut kepala sekolah, acara itu adalah acara wajib diikuti oleh semua murid. Sedangkan pada awal masuk sekolah itu para oran tua itu sudah menandatangani perjanjian bahwa siswa akan taat mengikuti seluruh kegiatan sekolah.
 
Saya bertanya kepada kepala sekolah apakah anak-anak yang membolos itu memberikan alasan atau tidak. Kepala sekolah menyampaikan bahwa anak-anak membolos dengan alasan ada acara gereja.

Anak-anak sudah diberitahu bahwa dengan membolos mereka akan mendapatkan sanksi, dan ternyata anak-anak itu tidak takut bahkan ada kesan menantang untuk mendapatkan sanksi bahkan juga kalau harus dikeluarkan dari sekolah.
 
Setelah mendengarkan apa yang disampaikan kepala sekolah, saya menjelaskan:
“Bapak, bagi kami orang Katolik hari-hari itu adalah hari-hari besar. Kami merayakan mulai hari Kamis sampai dengan Minggu. Hari Raya Paskah adalah hari raya terbesar bagi orang Katolik. Jadi menurut saya, anak-anak telah memilih pilihan yang terbaik sesuai dengan penghayatan iman mereka.
 
Sejauh saya tahu, anak-anak telah mengajukan keberatan kepada bapak dengan alasan itu, tetapi tidak mendapatkan tanggapan yang semestinya. Menurut saya, seharusnya sekolah tidak mengadakan acara pada hari raya keagamaan.”
 
Bapak kepala sekolah akhirnya bisa mengerti dan meminta maaf, sehingga anak-anak tidak akan menerima sanksi.
 
Secara pribadi saya kagum dengan keberanian anak-anak untuk menunjukkan sikap berkaitan dengan iman mereka. Mereka berani menanggung risiko apa pun karena penghayatan iman mereka.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam surat kepada Timotius menegaskan bahwa setiap dari kita telah mendapatkan karunia Allah.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku sadar dengan anugerah itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here