Sambas, Jelang 100 Tahun RS Sint Elisabeth di Kota Kecil Wilayah Perbatasan Kalbar-Sabah (1)

0
199 views
Para suster yubilaris Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) berfoto bersama Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, para imam, dan penari. (Mathias Hariyadi)

SAMBAS itu panas sekali hawanya. Sangat gerah sepanjang hari.

Dalam sejarah ketenarannya, Sambas dulu dikenal sebagai kota penghasil jeruk keprok. Sehingga lalu dikenal sebutan “Jeruk Sambas”. Dicirikan dengan postur kulitnya yang tetap hijau, banyak airnya, dan tentu saja manis.

Sambas lokasinya di wilayah perbatasan Provinsi Kalbar dengan teritori Sabah, Malaysia Timur.

Kamar-kamar sederhana tanpa AC di Biara Susteran KFS di Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)
Lorong dalam biara Susteran KFS di Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)

Suster KFS

Di Kota Sambas ini pula, Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas (KFS) juga telah membukukan kisah sejarah misinya. Dimulai dengan membangun fasilitas layanan kesehatan yakni RS Sint Elisabeth yang di tahun 2024 mendatang akan berumur 100 tahun.

Biara Susteran Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) di Kota Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)
Penampakan bangunan peninggalan para misionaris Belanda yang hingga kini masih tegar berdiri: Biara Susteran Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) di Kota Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)

Asrama pendidikan di Sambas

Lalu bangunan asrama pendidikan yang menampung kaum remaja di wilayah pedalaman Kalbar -utamanya di kawasan perbatasan- yang ingin bersekolah di “kota”.

Tanpa tersedianya asrama-asrama pendidikan yang dikelola oleh para Suster KFS di Sambas ini, rasanya masa depan kaum muda pedalaman di wilayah terpencil akan mengalami “madesu” alias masa depan suram. Karena mereka tidak bisa bersekolah.

Kalau harus dan mau sekolah, maka mereka harus pergi ke “kota” dan untuk keperluan strategis ini, Kongregasi Suster KFS di Sambas telah menyediakan tempat tinggal bagi mereka.

Asrama Pendidikan asuhan para Suster KFS di Kota Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)
RS Sint Elisabeth yang dikelola para Suster KFS di Kota Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)
Gereja Kristus Raja Paroki Sambas, Kalbar. (Mathias Hariyadi)

RS Sint Elisabeth dan Gereja Kristus Raja Paroki Sambas

Untuk layanan kesehatan, Kongregasi Suster KFS mengelola RS Sint Elisabeth Sambas.

Untuk layanan rohani, di sini eksis Gereja Kristus Raja Paroki Sambas; lokasinya di pinggir jalan utama rute Singkawang-Sambas, Kalbar.

Kredit: Mathias Hariyadi

Baca juga: Para Suster Yubilaris KFS Ucapkan Janji Setia di Gereja Kristus Raja Paroki Sambas, Kalbar (2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here