14 Tahun di Biara Rubiah Flos Carmeli: Tuhan tidak Bersembunyi di Meja Cuci

0
347 views
Ilustrasi (Ist)

CUCI pakaian tidaklah asing bagi setiap orang, namun dalam kehidupan berkomunitas di balik sebuah biara kontemplatif sangatlah tidak gampang . Saya percaya bahwa rahmat Tuhan selalu menyertai dalam setiap pekerjaaan yang diberikan kepada saya.

Seperti halnya dalam proses mencuci yang harus melewati beberapa tahapan, maka sepercik pengalaman sederhana di meja cuci ini selalu mengingatkan saya akan perjalanan panggilan saya selama empat belas tahun ini.

Pengalaman ’kering’

Dengan dinamika hidup doa dan kerja yang teratur dari pagi hingga petang, terkadang itu menjadi suatu rutinitas yang biasa saja. Saya pernah mengalami masa dimana saya ’kering rohani‘. Rasanya sulit bagi saya menemukan kembali Tuhan yang tinggal dalam kesunyian tembok biara ini.

Namun, justru saat saya memulai pekerjaan mencuci inilah Tuhan hadir.

“Ciptakanlah hati murni bagiku ya Allah dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.“

Doa inilah yang senantiasa menggema dan menjadi sumber kekuatan dalam sukacita panggilan saya sebagai suster biarawati kontemplatif (rubiah) karmel di Flos Carmeli Batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here