- Bacaan 1: Kel. 2:1-15a
- Injil: Mat. 11:20-24
Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Bonaventura, seorang Uskup dan Kardinal berasal dari Tuscany, Italia. Terkenal dengan pemikiran dan ajarannya yang mendalam tentang cinta kasih Ilahi, dalam hubungannya dengan api Roh Kudus (Seraphim). Diangkat sebagai Santo oleh Paus Sixtus IV (1482).
Karena ajarannya itu, beliau dijuluki “Doctor Seraphicus”.
Bagi Santo Bonaventura, cinta kasih adalah kekuatan yang membimbing seseorang kepada kesatuan dengan Allah. Dalam tradisi Kristen, Seraphim digambarkan sebagai makhluk yang menyala-nyala dengan api cinta kasih Allah. Cinta kasih membuat manusia mengalami keindahan dan kemuliaan Allah.
Allah menyatakan cinta kasih-Nya dalam Diri Tuhan Yesus. Manusia yang telah jatuh dalam dosa diajak kembali untuk hidup dalam kemuliaan bersama-Nya. Namun sayang, warga di Khorazim, Betsaida dan Kapernaum gagal merespon ajakan pertobatan Tuhan Yesus. Padahal Tuhan Yesus banyak membuat mukjizat di sana.
Mereka diperbandingkan dengan kota-kota yang tak mengenal Allah seperti Tirus dan Sidon serta kota Sodom dan Gomorah dimana penduduknya banyak melakukan dosa.
“…Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”
Sabda-Nya pada mereka.
Menunjukkan betapa seriusnya penolakan mereka sehingga hukuman kota-kota kafir dan banyak melakukan dosa pun masih lebih ringan pada penghakiman akhir zaman nanti.
Allah pun menunjukkan cinta kasih-Nya pada “Bangsa Terpilih” dengan mempersiapkan Musa sebagai pemimpin yang akan membawa bangsa itu keluar dari Mesir. Musa bayi dibuang oleh ibunya atas perintah Allah dengan menghanyutkannya di Sungai Nil untuk menghindari pembunuhan bayi-bayi Ibrani yang diperintahkan Firaun.
Musa bayi justru “ditemukan” oleh Puteri Firaun saat sedang mandi di Sungai Nil. Kakak Musa, mengusulkan kepada Puteri Firaun untuk mencarikan ibu yang mau menyusui anak itu dan disetujui.
“Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kata Puteri Firaun pada ibu itu.
Tidak ada yang kebetulan bagi-Nya, semua terencana dengan baik dan tergenapi di kemudian hari.
Pesan hari ini
Allah adalah kasih, Ia pun mengasihimu. Ia mengajakmu bertobat, kamu hanya perlu menanggapinya secara positif. Sebab cinta kasih adalah kekuatan yang membawa pada persatuan dengan Allah seperti kata Santo Bonaventura.
“Cinta adalah bunga yang perlu kita rawat setiap hari.”














































