3 Kiat Mengikuti Yesus Kristus

1
6,612 views

SAYA ingin berbagi cerita tentang bagaimana kita bisa mengikuti dan meneladani Yesus Kristus, Tuhan junjungan kita semua. Saya merumuskannya dalam tiga ‘jurus’ atau kiat meneladani Yesus sebagai berikut:

1.      Menyangkal diri

Berarti kita harus bisa dan berani melepas ego kedirian yang berlebihan. Itu berarti kita harus mampu membuang jauh-jauh penyakit egoisme diri yakni perilaku sombong dan arogan. Kita mesti bisa bertingkahlaku yang sebaliknya yakni rendah hati.

Jangan lupa, rendah hati itu berbeda sekali dengan rendah diri alias minder.

2.      Berani memikul salib kehidupan

Tak ada yang tidak berat menjalani kehidupan sehari-hari. Semua orang –tanpa kecuali—memiliki beban hidup sendiri-sendiri dan itulah ‘salib kehidupan’ kita. Dimana kita berani dan mampu serta kuat menanggung beban penderitaan –termasuk sakit fisik yang berkepanjangan tanpa harapan bisa sembuh—di situ pula kita ditantang untuk bisa bersyukur.

Kita bisa senantiasa bersandar pada Tuhan. Kita berani menatap wajah Tuhan karena sadar bahwa hanya dengan Dia saja kita mendapatkan sumber kekuatan. Meski menghadapi masalah ekonomi keluarga dengan banyak keterbasan dan kekurangan, tiada henti kita tetap bersyukur.

Kita diajak ‘tahan banting’ untuk tidak gampang mengeluh terus-menerus; sebaliknya tetap bisa senantiasa bersyukur pada Tuhan.

Kita bersyukur atas hal-hal sederhana yang sering tidak kita sadari: anugerah kesehatan. Kita menyikapi secara positif atas hal-hal yang tidak mengenakkan dalam seharian kita sebagai anggota keluarga dimana sering terjadi cekcok antarsesama anggota keluarga.

Rasa sakit hati, terhina dan terpukul menjadi cambuk untuk bisa tetap tabah melakoni kehidupan sehari-hari.

Dari situlah, kita akan menjadi kuat dan mampu bertahan dari badai kehidupan. Kita tidak mau lari dari segala kesulitan hidup, namun itu kita hadapi dengan penuh ketekunan dan ketabahan.

3.      Mengikuti Yesus apa adanya

Menjadi kristiani dan menjalani hidup sebagai umat kristiani jelas tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan kita sering tergoda untuk ‘mengingkari’ kenyataan itu dengan –misalnya—tidak melakukan doa saat tengah mau makan bersama di sebuah tempat umum seperti restoran. Ada rasa malu menghalangi niat kita berdoa di tempat umum.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here