75 Tahun Paroki Kumetiran Yogyakarta: Ruang Khusus dalam Gereja Diresmikan

0
326 views
Ki-ka: Vikep DIY Romo Andrianus Maradiyo, Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Wagub DIY Paku Alam X, Wakil Walkot Yogyakarta Heru Purwadi, Pastor Paroki Kumetiran Romo Yohanes Dwiharsanto Pr. (Ist)

GUBERNUR DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan, pemugaran ruang adorasi dan Gua Maria di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Yogyakarta, bukan menjadi hal yang utama.

“Yang lebih penting adalah membangun mental dan hati agar umat Katolik anggota Gereja Kumetiran semakin menghayati apa yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Sultan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wagub DIY Paku Alam X pada Peringatan HUT ke-75 Paroki Kumetiran di gereja setempat, Minggu (18/8/2019).

Pesta Berlian atau peringatan ultah ke-75 Paroki Kumetiran ditandai dengan penandatanganan prasasti selesainya pemugaran Ruang Adorasi dan Gua Maria di kompleks gereja tersebut.

Di samping Gua Maria juga dibangun patung Pieta, sebuah patung yang menggambarkan Bunda Maria memangku jenazah Yesus yang telah mati disalib.

Penandatanganan prasasti oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Usai Perayaan Ekaristi syukur, Wagub Paku Alam X dan Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko menandatangi prasasti pemugaran Ruang Adorasi dan Gua Maria di kompleks gereja itu.

Wagub Paku Alam X juga menandai pemugaran Gua Maria, dengan meletakkan vas bunga di bawah patung Pieta. Sedangkan, Wakil Walikota Yogyakarta Heru Purwadi menandai selesaianya pemugaran ruang adorasi dengan potong buntal di pintu masuk tempat doa tersebut.

Seimbang

Menurut Sultan, Ruang Adorasi dan Gua Maria yang megah tak berarti tanpa diimbangi sikap dan perilaku serta iman pemeluknya. Dengan selesainya pemugaran ruang adorasi dan Gua Maria tersebut diharapkan umat bisa mediatasi dan berdoa, lebih mendekatkan diri pada Tuhan secara pribadi.

Yang muaranya  tentu akan semakin meningkatkan semangat umat untuk lebih taat beribadat. Dengan semakin dekat pada Tuhan, kata Sultan, maka akan lebih kuat menghadapi gejolak hidup, sehingga umat tertempa dan berkualitas hidupnya.

“Jadikan Ruang Adorasi sebagai ruang khusus yang benar-benar tenang dan nyaman untuk mencari jawaban Tuhan, atas segala persoalan yang dihadapi umat. Jadikan ulang tahun ke 75 paroki ini sebagai momentum untuk semakin meneguhkan Gua Maria sebagai lokasi wisata religi, memupuk iman dan ketakwaan untuk napak tilas rohani Umat Katolik,” harap Ngarso Dalem.

Sebelumnya, Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam homilinya tak mampu menutupi rasa bangganya karena pesta berlian paroki ini dikemas bagus dengan mengusung tema “Berbagi-Peduli-Perhatian”. 

Berlian dimaknai suka berbagi, peduli dan perhatian. “Kita semua diajak untuk mewujudkan kepedulian dengan berbagi dalam masyarakat yang multi kultural,” ujar Mgr. Rubi.

Wagub DIY Paku Alam X, Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan para imam.

Ketua Panitia Antonius Joko Tirtono menyampaikan, Paroki Kumetiran dalam kegiatan ultahnya kali ini terlibat berbagi berkat dalam masyarakat multi kultural, lewat gerakan material renovasi rumah dan jambanisasi.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan. Di antaranya donor darah, kenduri lintas iman, dan lomba futsal orang muda.

Usai Perayaan Ekaristi syukur, umat pesta bersama dengan makan nasi kuning.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here