Artikel Kesehatan: Capaian UHC

0
49 views
UHC by Ist

PADA hari Senin, 23 September 2019 kelak, akan diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dunia tentang cakupan kesehatan semesta atau ‘Universal Health Couverage’ (UHC), yang akan diadakan di Majelis Umum PBB.

Pertemuan dengan tema “UHC: Bergerak Bersama untuk Membangun Dunia yang Lebih Sehat” akan mempertemukan para kepala negara, para pemimpin politik, pembuat kebijakan kesehatan, dan pelopor UHC di seluruh dunia, untuk mengadvokasi kesehatan bagi semua.

Apa yang sudah dicapai?

UHC adalah sebuah kondisi saat semua orang memiliki akses ke perawatan kesehatan yang mereka butuhkan, kapan dan di mana mereka membutuhkannya, tanpa menghadapi kesulitan keuangan.

Hal ini mencakup spektrum penuh dari layanan kesehatan yang esensial dan berkualitas, dari tahap promosi kesehatan hingga pencegahan, perawatan, rehabilitasi, dan perawatan paliatif.

UHC memungkinkan setiap orang untuk mengakses layanan yang mengatasi penyebab penyakit dan kematian yang paling signifikan, dan memastikan bahwa kualitas layanan tersebut cukup baik, untuk meningkatkan kesehatan orang yang menerimanya.

Dengan komponen utama layanan kesehatan primer, UHC adalah salah satu prioritas utama WHO, yang merupakan salah satu dari 3 tujuan pembangunan yang disebut Triple Billion Goals. Semua pihak harus saling membantu, dalam memperkuat sistem kesehatan untuk terbentuknya UHC di seluruh dunia.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan komitmen keuangan dan politik dari semua pemimpin negara, dalam mempertahankan investasi di bidang kesehatan. Hal ini akan fokus pada percepatan kemajuan menuju UHC, termasuk terciptanya tenaga kesehatan yang terampil, perlindungan risiko keuangan dan akses ke obat dan vaksin yang aman, berkualitas, efektif dan terjangkau untuk semua.

Pertemuan tersebut akan menghasilkan deklarasi politik tentang UHC yang dinegosiasikan oleh semua negara anggota PBB, dan selanjutnya disahkan oleh masing-masing Kepala Negara.

Tahun 2018 yang lalu adalah ulang tahun ke-40 Deklarasi Alma Ata, yang meminta semua negara, termasuk Indonesia, untuk memperkenalkan, mengembangkan, dan memelihara sistem layanan kesehatan primer. Tujuan utama adalah untuk menjamin kesehatan bagi semua warga.

Deklarasi Alma Ata tahun 1978 merupakan bentuk kesepakatan bersama antara 140 negara termasuk Indonesia, dalam Konferensi Internasional Layanan Kesehatan Primer di kota Alma Ata, Kazakhstan, yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi PBB untuk anak (UNICEF).

Isi pokok deklarasi ini, bahwa Layanan Kesehatan Primer adalah strategi utama dalam pencapaian kesehatan untuk semua (Health for All), sebagai bentuk perwujudan hak asazi manusia.

Pada World Health Report 2010, jelas tercantum bahwa reformasi layanan dan sistem pembiayaan kesehatan sangat penting untuk terciptanya UHC. Langkah pertama adalah meningkatkan layanan kesehatan primer.

Layanan kesehatan primer yang kuat adalah nyawa dari setiap sistem kesehatan, dan tidak ada satupun negara yang dapat mencapai UHC, tanpa penguatan hal itu.

Layanan kesehatan primer adalah lini pertama untuk melawan penyakit menular, mampu memperlambat perjalanan alamiah penyakit tidak menular, dan sangat penting bagi peningkatan derajad kesehatan ibu dan anak, yang merupakan kelompok pengguna utama layanan kesehatan.

Layanan kesehatan primer ini adalah dasar dari sistem kesehatan yang efektif dan kunci untuk mencapai UHC.

Setidaknya setengah dari populasi dunia masih belum memiliki jaminan untuk mendapatkan layanan kesehatan utama atau esensial. Sekitar 100 juta orang masih terdorong ke dalam kemiskinan ekstrem, yaitu hidup dengan USD 1,9 atau kurang sehari, karena mereka harus membayar dari kantong mereka sendiri, untuk memperoleh perawatan kesehatan.

Lebih dari 800 juta orang, hampir 12% dari populasi dunia, dilaporkan menghabiskan setidaknya 10% dari anggaran rumah tangga mereka, untuk membayar perawatan kesehatan. Untunglah semua negara anggota PBB telah sepakat untuk mewujudkan UHC pada tahun 2030, sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Melindungi setiap orang dari bencana keuangan, karena kewajiban membayar layanan kesehatan dari kantong mereka sendiri, akan dapat mengurangi risiko orang akan jatuh ke dalam kemiskinan. Apalagi sakit dapat disebabkan karena penyakit yang tak terduga, yang mengharuskan orang untuk menggunakan tabungan hidup mereka, menjual aset, atau berhutang, sehingga menghancurkan masa depan mereka dan seringkali juga anak-anak mereka.

Mencapai UHC adalah salah satu target yang ditetapkan oleh semua bangsa di dunia, ketika mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2015. Negara yang mengalami kemajuan menuju UHC, tentu akan mampu juga membuat kemajuan menuju target terkait kesehatan lainnya.

Hal ini karena derajad kesehatan yang baik, memungkinkan anak untuk belajar, orang dewasa untuk produktif, membantu orang lain keluar dari kemiskinan, dan memberikan dasar bagi perkembangan ekonomi jangka panjang.

Menjelang KTT dunia tentang UHC hari Senin, 23 September 2019 yang akan diadakan di Majelis Umum PBB, kita semua berkewajiban untuk memperbaiki capaian UHC. Di Indonesia, UHC dicapai melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).


Apakah kita sudah terlibat membantu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here