Ayo Tanamkan Kebiasaan Membaca pada Anak (1)

0
1,506 views

SALAH satu bisnis yang menarik dan menjamur saat ini adalah bisnis warnet. Hampir di setiap gang tempat tinggal masyarAkat terdapat beberapa warnet.

Satu sisi hadirnya warnet ini memang semakin memudahkan anggota masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah semakin mudah untuk mengakses internet. Tapi celakanya hadirnya warnet ini juga menimbulkan keresahan bagi para orangtua, karena anak-anak mereka lebih banyak menghabiskan waktu di warnet, bahkan pekerjaan rumah dan sekolah pun dilupakan.

Kebaikannya memang anak-anak usia sekolah dapat dengan mudah mengakses internet demi keperluan pembelajaran dan sekolah. Namun dalam pengamatan saya bahwa banyaknya para siswa menghabiskan waktunya di warnet tidak semuanya mencari informasi untuk keperluan sekolah. Mereka lebih banyak bermain game.
Dari kondisi ini para siswa memang akhirnya menjadi sangat konsumtif, karena ingin mencari dan memainkan berbagai permainan atau game dalam internet. Inilah tantangan sekaligus keprihatinan yang menjamur di tengah masyarakat kita.

Kalau begitu, kapankah anak-anak ini punya waktu untuk membaca buku-buku pelajarannya? Kapan juga lagi membaca buku-buku ilmu pengetahuan yang lain untuk menambah wawasan dan membentuk logika berpikirnya?
Untuk itu, para orangtua perlu menumbuhkan minat baca pada anak-anak usia sekolah, agar tidak terlalu terfokus pada kebiasaan mengakses internet saja.

Pentingnya baca buku
Menurut Sani B. Hermawan Psi, semakin banyak anak diajak berbagi cerita lewat buku dan membaca, makin banyak manfaat yang digali dan diperoleh anak-anak, daripada melulu hanya pemanfaatan media internet.

Berikut ini ada beberapa manfaat yang akan diperoleh anak lewat berbagi cerita lewat buku dan membaca, yakni:
* Meningkatkan “mental alertness”, daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir.
* Meningkatkan wawasan pengetahuan.
* Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong.
* Membentuk karakter positif.
* Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak).

Rendahnya minat baca
Saat ini minat baca anak-anak usia sekolah sangat rendah, sebab mereka lebih suka menonton televisi (tak perlu banyak sibuk bisa sambil tidur-tiduran), bermain PS, bermain games (di handphone dan komputer) , dan mengakses Facebook. Akhirnya kesempatan anak untuk meningkatkan logika berpikirnya menjadi hilang.
Padahal untuk bisa mencapai hal tersebut adalah dengan banyak membaca, sebab struktur-struktur kalimat yang dibacanya secara otomatis telah membentuk logika berpikir. Lain dengan menonton, membaca internet, dan bermain games, belum tentu semua kalimat yang terdapat disana terstruktur dengan baik, yang berakibat pada pola pikir orang-orang yang membacanya menjadi kacau.

Tidak itu saja, daya tangkap dan kreativitas anak pun sangat dipengaruhi dan dibentuk kalau banyak membaca. Sebab daya imajinasi si anak semakin ditantang untuk berkembang melalui membaca berbagai sumber ilmu dan pengetahuan yang ada. Artinya, kemampuan berimajinasi dan berkhayal si anak semakin ditumbuhkan lewat buku-buku bacaan yang dibacanya. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here