Baca Doa, Bukan! Kita Harus Berdoa (2)

1
2,411 views

APA yang terjadi bila kita hanya membaca doa? Yang kita lakukan tak lebih sebagai kegiatan ritual semata. Semacam tindakan ritual rutin yang biasa dilakukan oleh orang beragama. Praktik-praktik ritual ini tercermin kuat di situasi masyarakat bangsa Indonesia ini.

Di negara kita ini ada begitu banyak rumah ibadah. Setiap warga negara wajib memeluk agama tertentu. Orang mendapat kebebasan melaksanakan kehidupan agamanya, termasuk mempraktikkan ritual-ritual keagamaan tertentu.

Pertanyaannya, apakah semua itu sudah bisa mencerminkan sebuah bangsa yang percaya pada Allah? Harus diakui, kita ini pasti lebih mahir membaca doa daripada berdoa.

Ada banyak hal dari ajaran Yesus tentang berdoa yang sering kita tak acuhkan. Misalnya, mencari tempat sunyi untuk berdoa. Yesus selalu mencari tempat-tempat hening untuk berdoa. Dalam keheningan itulah, Yesus mendapatkan tempat paling sesuai untuk berdoa.

Yesus berdoa dengan cara mendengarkan apa yang Bapa bisikkan kepadaNya. Maka dari itu, Yesus mengajari kita berdoa “Bapa Kami”. Di situ Yesus mengajari kita agar aktif “bicara” dan berani menyampaikan sesuatu kepada Tuhan.

Mengolah jiwa dengan latihan rohani
Yesus juga mengajari kita berdoa “dalam diam”. Ini untuk belajar mendengarkan dan menangkap apa yang harus Dia lakukan sesuai kehendak BapaNya. Doa-doa semacam inilah yang oleh Santo Ignatius de Loyola lalu dirumuskan dengan istilah meditasi dan kontemplasi.

Inilah cara doa Ignatian dimana kita diajak untuk lebih banyak mendengarkan dan membiarkan Allah menguasai kedirian kita. Melalui doa dan kontemplasi inilah, Allah “bekerja aktif” menggerakan ingatan, kehendak, dan semangat kita untuk kemudian berubah dan menata hidup.

Ignatius melalui latihan-latihan rohani mengajak para pendoa membiarkan Allah berkarya “mengolah” hidup kita. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah supaya hidup kita diatur oleh Roh Kudus agar kita berani meninggalkan hal-hal yang membuat hidup kita tidak bebas sebagai anak-anak Tuhan.

Bagaimana konkritnya agar kita bisa lebih banyak berdoa daripada sekedar membaca doa? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita belajar dari riwayat hidup Santo Ignasius Loyola. Ada empat hal utama dalam hidup Santo Ignasius Loyola yang bisa kita teladani dan untuk dipraktikkan. (Bersambung)

Ignatius Sunandar, pernah mengikuti Retret Agung 30 Hari di Novisiat SJ Girisonta dan kini memimpin Komunitas Sahabat Yesus di Solo, Jawa Tengah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here