Hari Orang Miskin Sedunia, Mgr. Robertus Rubiyatmoko Dukung Terbentuknya Paguyuban Difabel “Kinasih”

0
433 views
Paguyuban Kinasih Paroki Wedi

PERINGATAN Hari Orang Miskin Sedunia (HOMS) yang pertama di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten diisi dengan serangkaian kegiatan di hari Minggu (19/11/2017).

Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang pertama ini mengusung tema “Marilah kita mencintai bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan”.

Dicanangkan Paus

Pastor Paroki Wedi Rama Andrianus Maradiyo,Pr menyampaikan, Hari Orang Miskin Sedunia ini dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Fransiskus.

“Pada peringatan Hari Orang Miskin Sedunia ini, Bapa Suci meminta para uskup, semua imam dan diakon untuk membantu orang miskin bersama semua religius, perkumpulan, gerakan, dan relawan di mana mereka berada. Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia ini diharapkan menjadi tradisi yang secara konkret membantu pewartaan kabar gembira di zaman ini,” kata rama.

Di Paroki Wedi, peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang pertama ini diisi dengan serangkaian kegiatan sebagai berikut:

  • Perayaan Ekaristi.
  • Sharing bersama para penerima Dana Papa Miskin (penerima paket sembako dan bedah rumah), pengukuhan Paguyuban Difabel “Kinasih” Paroki Wedi.
  • Bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bekerjasama dengan Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten.

Rama Maradiyo menyatakan, dengan peringatan Hari Orang Miskin Sedunia ini diharapkan, kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan umat dan masyarakat Wedi (dan sekitarnya) semoga juga menjadi kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan Gereja Wedi.

Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia di Paroki Wedi. (Laurentius Sukamta)

Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia di Paroki Wedi ini diapresiasi oleh Bapa Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko. “Wah apik tenan, Mo (rama). Sungguh sangat menyenangkan. Salam buat umat (Paroki Wedi) nggih, Mo (rama),” tulis Monsinyur.

“Kalau bisa, (Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia ini) dijadikan gerakan sepanjang tahun ya, Mo (rama),” tulis Mgr Robertus Rubiyatmoko melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Rama Maradiyo.

Paguyuban Difabel “Kinasih”

Ada yang spesial pada peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang pertama di Paroki Wedi ini. Pada kesempatan itu dikukuhkan Paguyuban Difabel “Kinasih” Paroki Wedi.

Sebelum paguyuban ini dikukuhkan, selama beberapa bulan telah dilakukan kunjungan ke rumah umat penyandang difabel dan umat berkebutuhan khusus (UBK).

Kunjungan dilakukan oleh Frater Cosmas Christian Timur dari Seminari Tinggi Kentungan yang sedang menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Wedi bersama Orang Muda Katolik (OMK). Sampai paguyuban ini diresmikan, sudah ada 25 umat difabel dan UBK yang terdaftar sebagai anggota. Dan sebagai koordinator paguyuban adalah Ignasius Yunanto dari Lingkungan Santo Yusup Jagalan.

Rama Maradiyo mengatakan, nama “Kinasih” ini menggambarkan bahwa dalam keterbatasan, umat difabel tetap dikasihi oleh Tuhan.

“Saya berharap, ke depan, paguyuban ini tidak hanya untuk umat Katolik saja, tetapi juga terbuka bagi semua difabel, UBK, ataupun orang yang mempunyai kepedulian dengan difabel. Semoga paguyuban ini bisa menjadi sarana bagi umat difabel dan UBK untuk saling menguatkan. Dan sekaligus untuk mengetuk hati umat lainnya agar memiliki kepekaan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian,” harap rama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here