Iman vs Ketamakan

0
332 views
Ilustrasi: Jangan Sombong. (ist)

Rm 4:20-25 dan Luk 12:13-21

Abraham berkenan kepada Allah bukan karena jasanya, melainkan karena prakarsa Allah memilih dia sebagai orang baik.

Teguh berharap dalam imannya akan janji Allah. Imannya yang teguh, dan harapannya yang besar, bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya, membuat Abraham berkenan di hadapan Allah. Demikian penegasan St. Paulus dalam bacaan pertama.

Tuhan Yesus mengingatkan kita akan ketamakan. Nafsu mengumpulkan harta, tanpa memperhatikan hidup iman akan Allah dan cinta kepada sesama, akan membawa kita pada ketamakan. Harta kekayaan hendaknya dipergunakan untuk berbuat baik, berbagi cinta kasih.

Harta kekayaan bisa menjadi sarana berbuat baik. Tetapi keserakahan akan harta dunia menghantar orang pada dosa ketamakan dan akhirnya pada kematian. Yang terpenting adalah keselamatan jiwa.

Dan jiwa kita akan mengalami hidup yang kekal karena iman kita akan Allah dan perbuatan amal kasih kepada sesama.

Bagaimana dengan sikap kita sebagai murid Yesus? Yesus pada kesempatan lain mengingatkan: “Di mana hartamu berada di situ hatimu.”

Disposisi hati batin yang baik akan harta, memberikan kita jaminan untuk tidak serakah, loba dan tamak dalam hidup kita.

Doaku: Ya Tuhan Yesus, buatlah aku penuh kasih kepada sesama dan teguh beriman serta berharap kepada-Mu. Amen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here