Kita Terbatas, Kita Butuh Pengampunan

0
107 views
Doa Ibu by Romo Antonius Suhud SX.

TIDAK ada seorang pun yang tidak punya kesalahan dan dosa. Mengapa? Karena manusia itu makhluk yang terbatas.

Lama sekali seorang anak membenci ibunya. Mengapa? Karena ibunya hanya punya satu mata yang berfungsi dengan dengan baik. Satu matanya tidak berfungsi sejak kecil, karena suatu kecelakaan.

Anak itu merasa sangat malu terhadap ibunya yang bermata satu itu. Apalagi sang ibu bekerja sebagai tukang masak bagi para murid dan guru di sekolahnya. Hal itu dilakukan sang ibu untuk menopang keluarganya.

Anak itu berkata, “Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar. Ibuku tiba-tiba datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa, ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.”

Anak itu menuturkan bahwa keesokan harinya di sekolah, ia diejek oleh teman-temannya. Sejak itu, ia sangat membenci ibunya. Bahkan ia ingin, agar ibunya segera meninggalkan dunia ini.

Suatu hari, ia berkata kepada ibunya, “Ma… kenapa engkau hanya memiliki satu mata? Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan orang-orang, kenapa engkau tidak segera mati saja?”

Sang ibu hanya tersenyum mendengar kata-kata anaknya. Ia tidak mau menanggapi kata-kata sang anak. Ia pun memeluk anaknya erat-erat. Baginya, sang anak tidak tahu apa-apa tentang kondisi dirinya. Anaknya masih labil.

Peran besar seorang ibu
Seorang ibu memiliki peranan yang sangat besar dalam hidup manusia. Seorang ibu tidak hanya melahirkan seorang anak. Namun seorang ibu juga merawat dan memelihara anak-anaknya dengan penuh kasih. Dia tidak pernah menolak buah hatinya, apa pun kondisi buah hatinya itu.

Kisah di atas memberi gambaran tentang suatu pandangan negatif seorang anak terhadap ibunya. Ia tidak mensyukuri kehadiran ibunya. Malah ia mendoakan, agar ibunya segera meninggalkan dunia ini.

Ia tidak ingin memandang ibunya yang bermata satu itu. Ia merasa malu dan mungkin jijik melihat ibunya. Tentu saja hal ini memprihatinkan bagi kita semua yang membaca kisah ini.

Bagaimana pun keadaan seorang ibu, ia mesti tetap dihormati. Ia mesti selalu mendapat tempat yang terbaik dalam hati anak-anaknya. Kebencian terhadap seorang ibu terjadi hanya ketika suatu luka batin yang sulit diobati. Suatu kondisi yang semestinya tidak terjadi dalam hidup manusia.

Karena itu, yang mesti senantiasa ditumbuhkan dalam hidup adalah suatu penerimaan terhadap kondisi sesama apa adanya. Ketika orang tidak mau menerima sesamanya, sebenarnya ia berada dalam kondisi yang kurang normal.

Mengapa? Karena tidak ada seorang pun yang tidak bersalah. Setiap orang punya kesalahan dan dosa dalam hidup ini. Orang mesti berani mengampuni sesamanya yang bersalah dan berdosa.

Mari kita membuka hati kita untuk menerima siapa saja yang bersalah kepada kita. Dengan demikian, hidup ini memiliki makna yang mendalam bagi diri dan sesama.

Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here