Ledakan dan Asap Tebal di Roma: Romo Markus Solo SVD dan Sr. Yosita CB Sebut Lokasinya Jauh dari Vatikan

1
6,286 views
Courtesy of Daily Express.

SEPANJANG hari Sabtu petang tanggal 4 Juni 2017 ini telah beredar kabar seakan-akan telah terjadi ledakan besar di Vatikan. Informasi yang belum jelas lokasinya itu dan yang kemudian  ‘dikait-kaitkan’ dengan Vatikan ini lalu masuk ke ruang privat kita melalui medsos. Ditambah lagi dengan kutipan tautan media online asing mengenai ‘berita’ tersebut.

Guna memperjelas peristiwanya dan mendudukkan informasi tersebut pada proporsinya, Redaksi Sesawi.Net menghubungi seorang suster biarawati asal Paroki Wedi – Klaten yang kini tengah menempuh studi khusus di Universitas Gregoriana di Roma.

“Lokasinya jauh dari tempat saya berada tinggal,” kata Sr. Yosita CB, suster biarawati asal Indonesia.

Lokasi tempat tinggal suster biarawati CB asal Stasi Sengonkerep di Paroki Wedi – Klaten ini hanya ‘selemparan batu’ dari Vatikan. Dari jendela kamarnya, ia bisa menatap dengan sangat jelas kubah Basilika Santo Petrus.

“Vatikan aman tenteram…  Sekarang ini (Sabtu malam jelang pergantian hari)  saya sedang duduk di teras menikmati indahnya pemandangan Basilika St. Petrus di waktu malam,” tulisnya kepada Sesawi.Net  pada hari Minggu menjelang dinihari selepas pergantian hari.

Ia sendiri mengaku tidak tahu persis dimana lokasi terjadinya kebakaran yang menimbulkan asap tebal membumbung ke udara.

Menjawab Sesawi.Net, juga dari Roma, Romo Markus Solo Kewuta SVD ikut menegaskan bahwa bahkan banyak orang warga Roma sendiri tidak tahu bahwa telah terjadi ‘ledakan’ dan kebakaran yang menimbulkan gumpalan asap tebal terbang ke angkasa.

Kebakaran di lokasi penampungan mobil rongsokan. (Coutersy of EPA)

“Peristiwa itu sudah terjadi pada hari Jumat tanggal 1 Juni  2017.  Jadi sudah dua hari lalu. Lokasinya pun jauh sekali dari Vatikan; sekitar 7-8 kilometer jauhnya,” tulisnya menjawab Sesawi.Net melalui jalur pribadi.

“Lokasi yang menjadi tempat  penampungan mobil-mobil usang sebelum dihancurkan mengalami kebakaran karena masalah teknis,” jelas Sekretaris Pribadi Kardinal Jean-Louis Tauran, Kepala Dewan Kepausan untuk Dialog Lintas Agama.

Lokasi  the  Pontifical Council for Interreligious Dialogue dimana Kardinal Jean-Louis Tauran dan Romo Markus Solo Kewuta SVD berkantor sehari-hari itu juga berada tidak jauh dari Lapangan Santo Petrus. Lokasinya sekitar 200-an meter di posisi kiri sebelum memasuki kawasan ‘gerbang’ Negara Vatikan dari arah depan menuju Basilika.

“Insiden itu tidak ada kaitannya dengan Vatikan,” tambah imam religius anggota Tarekat Serikat Sabda Allah Provinsi Austria namun berdarah asli Flores, NTT ini.

Menulis informasi kepada Sesawi.Net, Bruder Yuwono SCJ juga membenarkan bahwa insiden kebakaran itu tidak bukan berita ‘heboh’ di Italia. “Itu hanya kebakaran biasa saja,” terang bruder SCJ asal Stasi Sengonkerep di Paroki Wedi-Klaten ini dari kota lain di Italia.

“Untuk masyarakat yang tinggal di Roma, itu bukan berita heboh. Sebaliknya mereka yang tinggal di luar Italia,  informasi kebakaran di lokasi penampungan mobil-mobil rongsokan itu telah sedekian hebohnya seakan terjadi kegentingan di Roma,” terang kakak kandung Romo Petrus Nugroho SCJ.

Jaringan televisi lokal di Roma, kata Bruder Yuwono SCJ ini, malah tengah menyiarkan informasi tentang Paus yang tengah menyambut Pentakosta. Roma dan Vatikan benar-benar adem ayem saja,” terang bruder SCJ yang baru saja menginjakkan kaki di Italia sejak Februari 2017 lalu.

“Lokasinya ada dekat Stazione Battisni, tidak jauh dari Cornelia,” tambahnya lagi,

1 COMMENT

  1. Terima kasih pihak Sesawi dan khususnya pak Mathias Hariyadi yang selalu responsif atas isu-isu ataupun selentingan info atau berita yang beredar seputar gereja Katolik. Semoga dengan ini membantu memberi kejelasan bagi umat Katolik maupun masyarakat secara umum. Tuhan memberkati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here