Lentera Keluarga – Kemuridan Di Dalam Kelemahan

0
104 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XXX. HR. Semua Orang Kudus
Jumat,  1 November 2019. 
Bacaan: Why 7:2-4.9-14; 1 Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a.

Renungan:

HARI ini Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Mereka disebut orang kudus karena hidup mereka berkenan kepada Allah sampai pada kesudahannya. Kitab Wahyu mengungkapkan mereka sebagai kumpulan besar orang yang memakai jubah utih dan memegang daun palma dan memuji Tuhan. Namun Kitab Wahyu juga mengatakan bahwa “mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.” Kekudusan itu dianugerahkan Tuhan kepada mereka karena mereka setia dan mencintai Allah. bahkan dalam penderitaan dan kematian.

Orang-orang kudus hadir dalam gereja bukan untuk menunjukkan teladan iman yang sempurna, tetapi untuk menunjukkan kepada kita bagaimana manusia yang lemah dan rapuh ini berproses dalam menjawab panggilan kemuridan Yesus. Mereka pernah gagal, jatuh, tidak berdaya dalam meneladan Yesus, tetapi mereka terus bangkit dengan pertobatan dan kasih yang menyala kepada Yesus. Menjadi kudus tidak berarti menepati semua aturan agama dan segala ibadatnya; menjadi kudus berarti merangkul hidup Yesus dalam hidup kita. 

Kekudusan dalam keluarga terletak pada menghadirkan cinta Allah dalam perkawinan dan keluarga : mencintai pasangan seperti Yesus mencintai dan dicintai Yesus sebagaimana dirasakan melalui cinta pasangan. Kekudusan hidup religius dihadirkan melalui perjuangan terus menerus untuk hidup dalam pemberian diri: kemiskinan, kemurnian dan ketaatan. Kekudusan hidup imami dihadirkan melalui persembahan diri dalam korban ekaristi bersama Yesus dan penyalanan belaskasih. Kekudusan dihidupi melalui pengalaman jatuh, pertobatan dan hidup di dalam rahmat. Dan menjadi kudus bukan hanya panggilan untuk beberapa orang, tetapi panggilan untuk semua orang.  Kekudusan dipupuk dengan relasi yang mendalam dalam doa; doa yang merubah cara pikir, emosi dan perilaku kita. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana Tuhan Yesus dalam Sabda di bukit menekankan artinya hidup kudus. 

Refleksi:

Bagaiamana aku menghayati panggilan kekudusan itu dalam hidupku?

Doa: 

Ya Bapa, semoga rahmatMu memenuhi hati kami untuk menjadi semakin serupa dengan Yesus, Kekudusan Sejati. 

Perutusan:

Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggilmu’ ( 1Ptr 1:15)

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here