Lokakarya Membatik bersama Suster dan Romo di Napoli, Batik Merambah Vatikan

0
130 views
Lokakarya membatik di Napoli, Italia bersama Ibu Venny. (Dok. KBRI Vatikan)

PADA tanggal 14 September 2019, KBRI Vatikan menyelenggarakan pelatihan membatik bagi para rohaniwan dan rohaniwati Katolik di Napoli, Italia.

Kegiatan yang dilaksanakan di Basilica dell’Incoronata Madre del Buon Consiglio ini dihadiri 29 suster dan 3 pastor yang berasal dari 10 Kongregasi (Tarekat) di Napoli dan sekitarnya. Kongregasi-kongregasi ini secara hierarki di bawah Vatikan.

Pelatihan membatik dibuka Dubes RI untuk Takhta Suci, Bapak Antonius Agus Sriyono.

Sambutan Bapak Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan HE Antonius Agus Sriyono sesaat sebelum berlangsung lokakarya membatik di Napol bersama para suster dan pastor.

Diplomasi budaya

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan para rohaniwan dan rohaniwati di Italia mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Dengan mengetahui budaya Indonesia, yang salah satunya adalah proses membatik, diharapkan para rohaniwan dan rohaniwati dapat menyebarkan keterampilan ini kepada rekan dan kolega asing di Kongregasi masing-masing.

Ini agar para suster dan pastor asing dalam tarekatnya masnng-masng bisa memahami keberagaman dan keindahan budaya Indonesia.

Lokakarya membatik di Napoli bersama Ibu Venny.
Aneka bahan untuk membatik.

Dalam pelatihan yang dipandu Ibu Venny, para peserta mendapat penjelasan mengenai pengertian batik, jenis, dan coraknya.

Arti batik

Arti batik sendiri berasal dari kata baris dan titik, yakni merujuk pada proses pembuatannya yang berasal dari barisan garis dan titik.

Mengenai jenisnya, terdapat dua macam batik, yaitu tulis dan cap.

Untuk batik tulis dipakai alat yang dinamakan canting. Sedangkan batik cap dibuat dengan mengecap kain menggunakan perangkat berbahan tembaga. Oleh karena itu, kain yang dapat disebut batik adalah yang telah melalui proses tulis atau cap tersebut.

Suster dari Indonesia yang tinggal di Napoli dan sekitarnya ini benar-benar latihan membatik.

Corak batik

Untuk corak batik, secara umum terdapat motif pegunungan, pesisir, kerajaan, kontemporer, dan dengan pengaruh asing seperti Arab, Eropa, dan China.

Selama penyelenggaraan acara, para peserta tampak antusias dalam mengikuti pelatihan membatik. Hal ini dapat terlihat dari serius dan sabarnya para rohaniwan dan rohaniwati, ketika mendengarkan paparan maupun dalam melaksanakan praktik membatik.

Dalam pelatihan, seluruh peserta diberikan kesempatan membuat batik tulis dengan menggunakan kain sutera yang telah diberikan arsiran motif batik, canting, dan lilin batik.

Para peserta melakukan proses pewarnaan dan pembersihan lilin batik dengan pembasuhan dan perebusan.

Tiga tahapan

Terdapat setidaknya tiga tahapan yang dilakukan para peserta untuk menyelesaikan proses membatik, yaitu:

  • Melukis motif di atas kain dengan canting dan lilin.
  • Mewarnai dengan mencuci dan merebus kain yang telah ditulis.
  • Kemudian mengeringkannya.

Kegiatan pelatihan membatik ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan KBRI Vatikan guna mempromosikan kebudayaan Indonesia.

Batik sendiri telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sejak 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity dalam hal keunikan proses pembuatannya dan simbolismenya.

Sesi foto bersama Dubes RI beserta staf dengan seluruh peserta pelatihan.

PS: Artikel ini berdasarkan siaran pers Kedubes RI untuk Tahta Suci Vatikan sebagaimana dikirim kepada Redaksi oleh Bapak Muhammad Ferdien dalam kapasitasnya sebagai Pelaksana Fungsi Penerangan, Protokol, dan Konsuler.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here