Mari Mendongeng untuk Anak: Teknik mendongeng (2)

1
2,088 views

BISA jadi ada orang-orangtua yang bertanya: “Pada usia berapakah anak-anak bisa mulai didongengi?” Jawabannya adalah: ”Sesegera mungkin! Semakin cepat semakin baik.”

Bahkan, orangtua sudah bisa mulai membacakan cerita kepada bayi berusia enam bulan. Tentu saja cerita yang dipilih tidak usah terlalu panjang dan penuh dengan kata yang sulit. Karena itu, memilih dongeng pun menjadi faktor yang penting bagi orangtua dan pendidik, agar mereka tidak hanya menyampaikan cerita tanpa memperhatikan kondisi dan latar belakang anak-anak yang akan mendengarkan ceritanya.  Sebab memilih dongeng yang tepat bergantung pada usia anak secara umum.

Juga penting bagi orangtua untuk mencari cerita yang dapat dimengerti anaknya serta sesuai dengan tingkat emosi, pemahaman, dan pengalaman si anak yang bersangkutan. Tujuannya ialah supaya cerita yang disampaikan bermanfaat dan menarik untuk anak. Kalau tidak, anak-anak tidak akan mempedulikan apa yang disampaikan oleh orangtuanya. Karena itu, orangtua harus bijak memilih cerita dan mengetahui umur dan kemampuan si anak.

Mendongeng dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantuan atau tanpa alat bantuan. Karena kegiatan bercerita adalah komunikasi dua arah, maka kontak mata menjadi jembatan dan fokus penting bagi si pencerita dan yang mendengarkan cerita. Juga melatih vokalisasi adalah hal prinsipil dalam bercerita atau mendongeng agar suara terdengar jernih dan berkarakter (berjiwa). Sebab dalam bercerita, seorang pencerita adakalanya membawakan beberapa tokoh dan bersuara sesuai dengan ketokohannya, agar semakin menarik dan mengundang perhatian orang yang mendengarkannya.

Pede aja lagi

Tetapi, yang terpenting dari semuanya, seorang pendongeng haruslah memiliki rasa percaya diri ketika membawakan kisah. Sebab menjadi pendongeng adalah momen keajaiban, bahkan ketika seorang pendongeng baru saja memulai kalimatnya dengan ”Once upon a time...”, daya tarik cerita sudah mulai ditentukan oleh cara pembawaan penceritanya.

Sekali lagi dinyatakan bahwa mendongeng memang terlihat sepele, namun kalau dibawakan dengan baik dan menarik sangat banyak efek positif yang bisa didapat dari kegiatan tersebut. Karena itu, sebaiknya luangkanlah waktu untuk mendongeng, agar anak-anak kita bisa membentuk kepribadiannya lewat cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang didengarkannya.

Dan bila Anda termasuk orangtua yang selalu melewatkan apalagi mengabaikan kesempatan ini bersama anak, mulailah dari sekarang sisihkan waktu demi membiasakan diri bercerita kepada anak. Sebab nyata bahwa mendongeng punya banyak manfaat bagi si anak dan untuk melakukannya tak mesti terpaku dengan cerita yang baku. Kita bisa mengkreasikannya dengan tujuan yang hendak dicapai dengan mengungkapkan cerita tersebut.

Tradisi lama

Bila ditelisik jauh ke belakang bahwa mendongeng sudah merupakan tradisi yang mendarah daging dalam kehidupan nenek moyang kita sebagai media penyampaian nilai-nilai moral, kebajikan, etis, sosial, ideologi, dan sebagainya kepada generasi suatu suku bangsa tertentu. Boleh dikatakan bahwa pembentukan budi pekerti anak ditanamkan lewat dongeng-dongeng atau cerita-cerita yang disampaikan oleh orang-orang di sekitarnya.  Hal tersebut dilakukan sejak zaman purbakala untuk meneruskan riwayat keberadaan mereka dari nenek moyangnya hingga sekarang, sekaligus memberikan ilmu mengenai bahasa ibu.

Saat itu, huruf, membaca apalagi kertas belum ada, maka para nenek moyang kita biasanya berkumpul kala malam tiba di tengah api unggun dan mulai bercerita kepada keturunannya yang masih belia. Media bercerita lewat dongeng kala itu masih sangat efektif, karena memang belum ada juga media lain yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada keturunannya.

Karena itu, tradisi mendongeng menjadi membudaya dan berlangsung terus hingga saat ini. Namun akhir-akhir ini kebiasaan mendongeng semakin mengalami erosi, hal itu dipengaruhi oleh kemajuan zaman yang demikian cepat dan tersedianya media informasi terbaru dan canggih, serta alat-alat elektronik yang semakin beranekaragam dan komplikatif. (Selesai)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here