Pelita Hati: 03.05.2019 – Sang Jalan dan Kehidupan

0
652 views

Bacaan Yohanes 14:6-14

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Sahabat pelita hati,

KINI Tuhan berbicara tentang “Rumah Bapa” yang disediakan bagi seluruh murid-murid-Nya. Para murid tidak mudah mengerti terhadap penjelasan Yesus, karenanya minta petunjuk jalan menuju rumah Bapa. Karenanya Yesus menjawab bahwa Dia adalah jalan menuju ke rumah Bapa di Surga. Ada tiga kata pokok yang menunjuk pada diri Yesus sebagai Jalan,  Kebenaran dan Hidup. Bagaimana harus dipahami? 

Pertama, bagi orang kristen, Yesus sendiri adalah jalan ke Sorga. Ia tidak hanya menunjukkan kepada kita jalan kepada Bapa,  tetapi Ia adalah jalan kepada Allah itu sendiri. Tidak ada jalan lain. Karena itu kita tak perlu coba-coba mencari jalan lain.

Kedua,  Yesus adalah kebenaran. Di ujung sengsara dan wafat-Nya,  Ia dibenarkan oleh Bapa. Ia bangkit dengan mulia. Terkadang kebenaran itu tidak selalu cepat datangnya tetapi kebenaran asali akan datang pada akhirnya.

Ketiga, Yesus adalah hidup. “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yoh 1:4). Dia memiliki hidup dalam diri-Nya sendiri tak bergantung pada pihak lain.  Sedangkan kita bergantung pada Tuhan dan pada banyak pihak. Inilah artinya bahwa Kristus adalah hidup.

Sahabat terkasih,  

semoga pelita sabda ini menjadikan kita semakin menyandarkan harapan dan hidup kita kepada Tuhan sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan. Jangan coba-coba untuk menyimpang dari-Nya.

Jalan-jalan ke negeri Jiran, 
singgah ke istana Kelantan.
Tuhan adalah jalan dan kebenaran,
sumber hidup dan keselamatan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here