Pelita Hati: 14.09.2019 – Salib Yang Menyelamatkan

0
1,012 views

Bacaan Yohanes 3:13-17 

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Sahabat pelita hati, 

HARI ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci, saat kita merayakan cinta Allah yang tiada batas kepada manusia. Kita merayakan syukur atas kasih Allah kepada manusia yang tak terhingga. Ia  mengaruniakan putera tunggal-Nya untuk menjadi silih bagi dosa manusia.

Sahabat terkasih, Percakapan antara Yesus dan Nikodemus melukiskan gambaran indah cinta kasih Allah kepada manusia dengan menyejajarkan Musa “sang penyelamat” bangsa Israel dan Yesus “Musa Baru” yang menjadi penebus dosa dan penyelamat dunia. Ular tembaga yang ditinggikan di padang gurun oleh Musa menjadi sumber keselamatan bagi umat Israel. Yesus yang ditinggikan di kayu salib menjadi tanda kemenangan dan keselamatan bagi kita, umat-Nya. Melalui salib-Nya, Yesus menang atas dosa dan maut. Sekali lagi, inilah bukti nyata kasih-Nya yang agung dan perkasa. Karenanya, pesta Salib Suci kita rayakan dengan penuh rasa syukur. Salib sungguh menjadi tanda cinta Tuhan kepada umat-Nya.

Sahabat terkasih, 

Jika Tuhan begitu mengasihi kita bahkan merelakan diri-Nya menjadi kurban di atas salib, sekarang apa yang telah kita persembahkan kepada-Nya? Tuhan tidak menuntut balasan yang istimewa kepada kecuali agar kita hidup  taat dan setia.

Hidup di zaman penjajahan,
semuanya serba tertekan.
Salib adalah tanda cinta Tuhan, 
yang membebaskan dan menyelamatkan.

Taman Doa Maria “Ratuning Katentreman lan Karaharjan”, Gantang.
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here