Pelita Hati: 16.08.2019 – Memperjuangkan Kesetiaan

0
739 views

Bacaan Matius 19:3-12

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: ”Apakah diper­bolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Jawab Yesus: ”Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Kata mereka kepada-Nya: ”Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” Kata Yesus kepada mereka: ”Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Mat.19:3-9)

Sahabat pelita.hati,

PELITA sabda hari ini berbicara tentang perceraian sekaligus mengangkat tema tentang kesetiaan. Kesetiaan berbanding lurus dengan pengorbanan, sebab tidak ada kesetiaan tanpa pengorbanan. Dalam Gereja Katolik perkawinan  bersifat monogam dan indisolubiditas (tak terceraikan). Karenanya kesetiaan adalah prasarat mutlak untuk menjaga komitmen itu.

Sahabat terkasih,

Pada zaman ini, tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah perceraian dalam bangunan hidup keluarga masih ada. Karena banyak ketidakcocokan dalam hidup berkeluarga banyak yang mengambil jalan pintas untuk berpisah. Inilah sebentuk cara menghadapi hidup yang keliru dan bertentangan dengan semangat yang diajarkan oleh Yesus tentang perkawinan. Yesus mengajarkan bahwa perkawinan adalah suatu peristiwa sakral yang menghadirkan Allah dalam hidup sebagai suami-isteri atau keluarga. Karenanya, pelita sabda Tuhan hari ini menegaskan kembali nilai-nilai luhur perkawinan yang harus dihidupi oleh setiap orang beriman yang hidup dalam perkawinan. Nilai-nilai luhur perkawinan itu harus tetap dijaga, yakni kesatuan cinta yang tidak terputuskan oleh siapa pun dan apa pun kecuali maut. ”Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu karena itu apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diputuskan oleh manusia”. Semoga Anda semua yang menghayati dalam sakramen perkawinan diberi kekuatan  agar dapat menjaga dan menghidupinya dalam kesetiaan. Niscaya Tuhan akan melimpahkan berkah kebahagiaan.

Jangan pernah menyerah,
jangan berputus asa.
Yang dipersatukan Allah,
janganlah diceraikan manusia.

Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here