Pelita Hati: 24.10.2018 – Menjadi Setia dan Bijaksana

0
753 views

Bacaan Lukas 12:39-48

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Lukas 12:39-40, 43-44, 48)

SAHABAT pelita hati,

Pelita sabda hari ini masih melanjutkan permenungan tentang “kewaspadaan”. Ada dua kata kunci yang menjadi inti dari pesan keutamaan hari ini, yakni “setia” dan “bijaksana”. Dua keutamaan yang saling mengandaikan dan “ada bersama”. Semakin setia akan semakin bijaksana, demikian juga sebaliknya agar tetap setia dibutuhkan sikap bijaksana.

Sahabat terkasih,

Kesetiaan adalah hal yang sangat penting bagi setiap jengkal kehidupan. Hidup berkeluarga butuh kesetiaan, dalam bekerja pun butuh setia demikian juga dalam menjalin persaudaraan dan persahabatan.Gagalnya mahligai perkawinan sebagian besar disebabkan oleh kegagalan menjaga komitmen kesetiaan. Penilaian kinerja pun tak dapat dilepaskan dari kesetiaan. Mengapa orang gagal untuk setia? Jawabnya adalah orang kurang bijaksana dalam bersikap dan bertindak. Banyak orang yang tergoda oleh tawaran dunia yang menggiurkan. Untuk setia hingga pada akhirnya membutuhkan sikap dan kehendak bijak kita. Tradisi kristiani mengajarkan kita untuk  menyediakan waktu yang cukup untuk berdoa, meditasi dan hening diri merenungkan Sabda suci-Nya.

Sahabat terkasih,

Mari kita mengambil waktu untuk berkanjang di dalam Tuhan agar hidup kita selalu dinaungi oleh kesetiaan dan kebijaksanaan. Anda yang sudah berjuang menjaga kesetiaan tetaplah terus berjaga dengan bijaksana agar dapat “naik kelas” untuk menerima berkat Tuhan yang makin melimpah ruah.

Jalan pintas menuju pelabuhan,
melewati kawasan pergudangan.
Agar pantas di hadapan Tuhan,
kenakanlah kesetiaan dan kebijaksanaan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

 

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here