Pelita Hati: 28.06.2019 – Terbuka pada Karya Kasih-Nya

0
486 views

Bacaan Lukas 15:3-7

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Sahabat pelita hati,

KINI kita berjumpa dengan perumpamaan tentang “Domba yang Hilang”. Perumpaan ini menjadi pendahuluan bagi perumpamaan yang lebih panjang, yakni perumpamaan tentang “Anak yang Hilang” (Luk.15:11-32). Perumpamaan ini dipakai oleh Yesus untuk menanggapi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut ketika melihat para pemungut cukai dan orang-orang berdosa ikut duduk mendengarkan pengajaran Yesus. Orang Farisi menganut model hidup saleh tan taat beragama tetapi mereka mengambil jarak dan batas atau lebih tepatnya tak sudi hidup berdampingan dengan orang lain terutama yang dikategorikan para pendosa. Sementara Yesus mengembangkan semangat belas kasih. Ia tetap merangkul orang-orang yang di-cap sebagai pendosa. Nyatanya banyak pendosa yang yang akhirnya bertobat termasuk di dalamnya adalah pemungut cukai.

Sahabat terkasih,

Pesan utama dari perumpamaan ini adalah agar kita mengembangkan semangat belas kasih kepada sesama dan tak membentengi diri terhadap orang lain apalagi karya baik Allah. Hari ini Gereja merayakan hari raya Hati Yesus yang Maha Kudus. Hati Yesus penuh belas kasih dan pengorbanan. Hati-Nya rela ditusuk hingga darah-Nya mengucur di dada. Darah Yesus itulah yang mengalirkan kehidupan bagi dunia dan para pengikut-Nya. Ingatlah, berkat sakramen baptis dan krisma kita diutus untuk menjadi saksi karya baik-Nya dan rela berkorban seperti Tuhan kita. Semoga melalui kesaksian hidup kita, banyak orang yang semakin mengenal Tuhan dan akhirnya mencintai-Nya. Jika demikian maka akan ada sukacita di surga. Semoga kita satu di antaranya yang berjuang dan berkorbar mengalirkan kasih dan kebaikan bagi banyak orang.

Menikmati pagi di kawasan wisata Kaliurang,
panorama Merapi nampak begitu indahnya.
Ada sukacita di surga karena pertobatan satu orang,
daripada sembilan puluh sembilan orang yang tak memerlukannya.

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here