Puncta 06.01.20: Pembawa Terang

0
248 views
Hanoman dan Sinta by Ist

Mat 4: 12-17; 23-25:

PRABU Ramawijaya sedang sendu hatinya oleh kerinduan terhadap kekasih hatinya, Rekyan Wara Sinta yang diculik Rahwana ke Alengka.

Ia ingin melihat keadaan kekasihnya itu sekaligus menjajagi kekuatan Alengka. Maka, ia ingin mengutus seorang duta ke Alengka.

Jaya Anggada dan Anoman saling bersaing menjadi duta Sang Ramawijaya. Anoman sanggup menjelajah Alengka selama satu hari dan sanggup memberi warta tentang keberadaan Dewi Sinta.

Jaya Anggada marah karena disaingi oleh Anoman. Ia sakit hati dan menantang Anoman.

Oleh Anoman, Jaya Anggada diajak berlomba, siapa yang kuat naik ke puncak Gunung Himawat dan kembali dengan selamat, dialah yang akan menang. Belum sampai separo naik gunung, Jaya Anggada sudah kepayahan dan kelelahan. Dia jatuh pingsan di depan Anoman.

Sementara Anoman menunjukkan kebolehannya, dia berlari sekencang mungkin naik ke puncak Gunung Himawat dan turun dengan cepat tanpa ngos-ngosan.

Jaya Anggada bertobat dan mengakui kehebatan Anoman.

Dalam bacaan Injil, Yesus tinggal di Kapernaum di daerah Zebulon dan Naftali, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Di Kapernaum itu Yesus mewartakan pertobatan kepada semua orang.

Ia menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan. Pertobatan pertama-tama yang diwartakan Yesus. agar orang bisa mengalami kasih Allahdibutuhkan hati yang terbuka pada pertobatan.

Orang-orang Kapernaum mau bertobat dan percaya kepada Yesus. Maka banyak terjadi penyembuhan.

Semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan lumpuh, mereka disembuhkan oleh Yesus. mereka mengikuti perkataan Yesus. mereka mau bertobat.

Jaya Anggada itu sombong dan tidak mau mengalah. Ia tak bisa memenuhi dan meringankan beban Sri Rama. Anoman datang dan mampu menyelesaikan masalah.

Keangkuhan dan kesombongan kita kadang justru menghalangi tumbuhnya kebaikan. Semangat kerendahan hati dan pertobatan membuka jalan terwujudnya kebaikan Allah.

Seperti orang-orang Kapernaum itu,mereka lebih terbuka, mau percaya kepada Yesus daripada orang-orang Nasaret tempat Yesus tinggal.

Marilah kita membuka hati dan percaya kepada Yesus supaya karya Allah menjadi nyata dalam hidup kita.

Orang Jakarta ngungsi ke Surabaya
Belajar nanggulangi banjir kaya Bu Risma
Mari kita hidup dengan percaya
Kebaikan Tuhan akan tiba pada waktunya

Cawas, masih ada mendung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here