Puncta 19.10.18. Lukas 12:1-7. Waspadalah terhadap Ragi Orang Farisi

1
708 views
Ilustrasi: Munafik. (Ist)

YESUS menjelaskan apa yang dimaksud ragi orang Farisi yakni kemunafikan. Orang yang di luarnya pura-pura hidupnya baik,  tetapi sejatinya hanya kepalsuan.

Orang yang munafik hidup pakai topeng. Nampaknya bibirnya tersenyum manis tetapi hatinya ingin menikam. Kata-katanya bagus-bagus tetapi hanya kamuflase yang senyatanya mau menghancurkan.

Orang yang tidak jujur hidup dalam kebohongan. Suatu saat akan terjadi pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh ke pelimbahan juga” atau “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri”.

Itulah akhir drama orang yang tidak jujur.

Yesus sangat benci kemunafikan. Yesus mengajarkan jangan takut hidup jujur dalam kebenaran di hadapan Tuhan. Konsekuensinya pasti akan dibenci, disingkirkan bahkan dibunuh.

Orang seperti Munir yang mati membela kebenaran, Pahlawan HAM tidak takut menghadapi risiko. Orang munafik akan menuju kebinasaan dan orang jujur akan menerima pahala keselamatan, tidak hanya di dunia tetapi sampai di akhirat. Maka jangan takut. Tuhan pasti akan menunjukkan jalan bagi orang jujur dan menjatuhkan mereka yang bersikap munafik.

Aku pengagum A. Rafiq, penyanyi dangdut yang ternama. Jangan suka berlaku munafik. Suatu saat pasti jatuh terhina. Berkah Dalem.

1 COMMENT

  1. Bagi orang Yahudi ragi adalah tanda kejahatan. Itu adalah sepotong adonan dari roti sisa yang difermentasi. Fermentasi dikaitkan dengan pembusukan. Dg menyebut “ragi” dlm peringatanNya terhadap orang Farisi, Yesus hendak mengingatkan murid-muridNya spy berhati-hati thd “pembusukan” di balik ketelitian orang Farisi dlm menjalankan aturan agamanya.
    Para Bapa Gereja kita mengingatkan kita dlm ujub Gereja Indonesia di bulan Oktober ini utk tidak larut dlm formalisme dan ritualisme hidup menggereja yg mendangkalkan dan menjauhkan kehidupan iman dari persoalan dan pergulatan hidup sehari-hari.
    Lukas 12:2 tampaknya cukup relevan dgn app yg baru saja terjadi dlm komunitas Gereja Semesta dimana terungkap kabar tindakan “sexual abuse” yg mengkaitkan sejumlah “kaum berjubah”, dimulai di Chile berlanjut ke Australia dan disusul Pensylvania-USA. Patutkah kita menduga….jangan-jangan jari telunjukNya yg semula terarah kpd orang Farisi kini sedang berbalik arah kpd kita sendiri ???

    (Andreas Andhika, St.Yusup-Ambarawa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here