Relasi Teragung

0
707 views

Selasa, 22 September 2015
Ezr 6:7-8,12b,14-20; Mzm 122:1-5; Luk 8:19-21

Yesus Kristus bersabda, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”

ALLAH memberikan kepada kita banyak kesempatan untuk memperkembangkan relasi kita dalam keluarga, persahabatan, kehidupan bersama dan kerja sama. Meski Yesus tampaknya tak peduli saat Ibu dan saudara-saudara-Nya mencari Dia, namun sesungguhnya tak diragukan bahwa kasih dan hormat-Nya kepada Ibu dan saudara-saudara-Nya tak terbantahkan.

Injil hari ini mewartakan kepada kita bahwa Yesus menyatakan realitas relasi yang lebih tinggi, yang teragung. Relasi itu adalah relasi dengan Allah dan siapa pun yang menjadi milik-Nya. Itulah inti dari panggilan kita menjadi orang Kristiani. Pertama-tama dan terutama, menjadi murid Yesus Kristus berarti masuk dalam relasi saling percaya, rasa-perasaan yang baik, komitmen, loyalitas, kesetiaan, kebaikan, kesetiakawanan, belas kasih, saling meneguhkan, saling menopang, dan segala kualitas positif lainnya yang mengikat kita dalam persekutuan kasih dan persatuan. Bukan sebaliknya! Yang berlawanan dengan semua itu bukan ciri Kristiani!

Yesus Kristus menawarkan kepada kita relasi yang teragung yakni persatuan dan kesatuan hati, budi, dan jiwa dengan diri-Nya. Kasih-Nya tak pernah gagal, tak pernah melupakan, tak pernah menipu, tak pernah kompromis, dan tak pernah mengecewakan kita. Kasih-Nya kosisten, tak tergoncangkan, tanpa syarat, tak tertunda dan tak bisa dihentikan. Tak ada kata berakhir bagi kasih-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus yang menawarkan kepada kita relasi teragung yang mempersatukan hati, budi dan jiwa kita dengan-Nya. Tak satu pun di dunia ini yang dapat membuat-Nya meninggalkan kita, mengabaikan kita, atau menunda kita dari belas kasih-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab Engkau menawarkan relasi teragung yakni kesatuan hati, budi, dan jiwa dengan Dikau sendiri. Engkau selalu mengasihi kami apa pun yang terjadi pada kami. Semoga kami selalu menjadi umat-Mu yang bebas melakukan yang baik, penuh kasih, dan adil serta menolak apa pun yang jahat dan perlawanan dengan kasih dan kebaikan-Mu selama-lamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here