Sabda Hidup: Minggu, 10 Januari 2016

0
1,084 views

Pesta Pembaptisan Tuhan

warna liturgi Putih

Bacaan

Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30; Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16,21-22. BcO Yes. 42:1-9; 49:1-9

Bacaan Injil: Luk. 3:15-16,21-22.

15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, 16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Renungan:

SAYA tidak bisa mengenang ketika saya dibaptis. Saya menerima baptisan bayi. Namun saya bisa menyaksikan bagaimana ekspresi orang tua yang anaknya dibaptis dan wajah-wajah mereka yang menerima baptis dewasa. Raut mereka tampak gembira dan bercahaya. Banyak di antara mereka mendahului dengan rekoleksi dan doa pribadi sebelum menerima baptis.

Kala menerima baptisan Yohanes, Yesus pun berdoa. Ketika Yesus dibaptis dan berdoa langit terbuka dan turunlah suara, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk 3:22).

Baptis menjadi peristiwa yang berharga bagi siapa pun yang menerimanya. Dalam baptisan kita, kita dipersatukan dalam persekutuan umat beriman yang mengimani Yesus Kristus. Dengan baptisan Kristus pun menerima kita dalam persekutuan kasihNya. Maka wajah-wajah gembira dan bercahaya layak memancar dalam diri para baptisan karena Kristus tinggal di dalam dirinya.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu dan hadirkan kenangan baptisan.

Refleksi:

Bagaimana anda menghidupi semangat baptis yang anda terima?

Doa:

Bapa terima kasih kami telah Kauterima dalam keluargaMu karena baptisan yang kami terima. Semoga kami selalu punya daya untuk menghidupi rahmat baptisan itu. Amin.

Perutusan:

Aku akan menghidupi janji baptisku. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here