Saya Ingin Meringankan Beban Bapak!

0
2,621 views

Hari Kamis Sesudah Rabu Abu,  Perayaan wajib Santo Polykarpus, Uskup dan Martir
Bacaan I: Ul 30:15-20   Mazmur 1:1-4,6 R:40:5a   Bacaan Injil: Luk 9:22-25

Dan Yesus berkata “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Kata-Nya kepada mereka semua “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan
Seorang supir truk melihat seorang petani sedang berjalan kaki memikul beban berat.  Petani ini sedang menuju kota hendak menjual hasil buminya. Pak supir yang baik hati berhenti dan menawarkan tumpangannya.  Tak lupa, supir meyakinkan bahwa tak akan memungut bayaran sedikitpun.  Dengan sedikit ragu, petani yang lugu menerima tawaran itu dan naik ke atas truk.

Dari kaca spion, supir melihat bahwa petani berdiri di bak truk sambil tetap memikul barang bawaannya.  Supir itu turun, mendekati petani dan berkata, “Saya lihat sepanjang jalan Bapak tetap memikul bawaan di pundak Bapak?”.  Petani itu menjawab dengan sungguh-sungguh.  “Saya ingin meringankan beban Bapak.  Jadi saya tetap pikul sendiri beban saya!” ujarnya.

Sebagai murid Kristus, kita harus berani memikul salib kita, beban hidup kita setiap hari.  Namun, tidak jarang kita memikul beban hidup yang tidak perlu.

Tuhan Yesus, Engkau telah menebus dosa-dosaku.  Jangan biarkan aku menanggung beban yang tidak perlu, akibat dosa-dosaku.  Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here