Seri Pastoral: OMK Membangun Masyarakat (15)

0
121 views
OMK Keuskupan Agung Palembang bersama Uskup mereka. (Ist)

Aksi Nyata

Pada tahun 2006 setelah peristiwa gempa di Yogyakarta, beberapa Orang Muda Katolik yang tergabung dalam kelompok teater menggelar penampilannya di suatu jalan.

Beberapa tampil sebagai kurban bencana dengan darah di sekitar wajah dan tubuh dibalut dengan kasa pembalut luka. Yang lain berperan sebagai orang yang kesakitan memohon bantuan. Mereka menampilkan situasi kurban gempa.

Salah seorang dari mereka mengatakan,“Kami tidak bisa ke Yogya untuk menjadi relawan. Karena itu, ini bentuk solidaritas kami terhadap kurban di sana.”

Mengagumkan bahwa buah dari pertunjukan jalanan itu kemudian disumbangkan untuk kurban gempa.

Belum lama ini, sekitar awal bulan Juli 2019 yang lalu, Orang Muda Katolik di Provinsi Jambi melakukan kerja bakti di daerah Sarolangun, Jambi. Kegiatan ini menjadi bagian dari temu akbar OMK Distrik Sijambu yang diselenggarakan dua tahun sekali.

Beragam aksi dilakukan pada acara tersebut, di antaranya adalah menimbun jalan yang berlubang. “Kerja bakti membangun kampung merupakan karya nyata orang muda untuk masyarakat.”

Memang kerja bakti ini mendapat sambutan positif dari peserta karena dianggap memberi efek positif.

Iman dan kesejahteraan

Yang membedakan aksi sosial Orang Muda Katolik dengan aksi dari kelompok atau organisasi lain adalah fondasinya. Aksi sosial orang muda Katolik berdasarkan pada ajaran Kristus untuk menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. 

Sekitar tahun 1980-an sampai 1990-an ketika Teologi Pembebasan sedang naik daun, aksi orang beriman semacam ini sudah populer.

Pada masa-masa itu di beberapa negara banyak umat Kristen turun ke jalan untuk menyerukan pembaharuan sosial. Juga pada masa itu lahir institusi-institusi sosial yang mengakomodir perjuangan perwujudan keadilan untuk masyarakat miskin. 

Seperti yang diserukan oleh St. Yakubus, “Iman tanpa perbuatan adalah mati.” (Yak 2:17, 26). Model ini hendak menjembatani iman dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan model semacam ini dapat memupuk kesadaran dan komitmen dalam diri orang muda akan keadilan dan pelayanan sosial yang berdasarkan pada iman. Lebih dari itu mereka dibiasakan untuk bekerja demi keadilan dan perubahan dengan usaha nyata.

Lewat model ini, orang muda mengetahui isi Ajaran Sosial Gereja seperti perihal pemahaman tentang keadilan, perdamaian, martabat manusia dalam segala bentuk pelayanan.

Sukacita bersama OMK. (Ist)

Gereja Katolik bukanlah gereja yang hanya sibuk dengan urusan perayaan liturgi dan pembinaan iman.

Ada pilar menggereja yang menjadikan gereja relevan dan aktual bagi perjuangan masyarakat bersama isu-isu sosial yang tengah berlangsung.

Nah, untuk menghantar orang muda pada kenyataan dunia yang perlu ditanggapi dengan iman kristiani terdapat banyak kegiatan yang dapat membantu mereka bertumbuh dalam tujuan ini.

Sebagai misal adalah diskusi film, latihan analisa sosial, live in, ekspos, kunjungan ke penjara, pendampingan anak jalanan, program membagikan makanan dsb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here