Siap Siaga, Hidup dalam Rahmat

0
178 views
llustrasi: Dengan busana "seragam tempurnya", suster misionaris OSA berboncengan sepeda motor dengan pastor Passionis dalam perjalanan turne di wilayah Keuskupan Ketapang, Kalbar. (Dok CP-OSA/Repro MH)

Rm 6: 12-18 dan Luk 12: 39-48

ORANG Kristen yang sudah dibaptis adalah orang yang hidup dalam rahmat Tuhan. Dengan pembaptisan, kita sudah mati dari dosa bersama Kristus, agar kita dibangkitkan dalam kemuliaan bersama Dia.

Maka orang Kristen, harus terbuka pada rahmat Allah, agar terhindar dari dosa. Tetapi manusia mempunyai kecenderungan jatuh dalam dosa.

Maka yang dibutuhkan rahmat prngampunan dari Allah. Dan manusia musti hidup dalam rahmat pengampunan, harus menjadi hamba rahmat dan bukan budak dosa. Demikian refleksi St. Paulus dalam surat kepada umat di Roma.

Orang Kristen diharapkan selalu waspada, berjaga-jaga: pinggang tetap berikat dan pelita tetap bernyala dalam menantikan kedatangan Kristus. Sikap siap siaga juga ditunjukkan kesetiaan dan kebijaksanaan dalam hidup.

Orang mesti hidup tidak seenaknya kehendaknya saja, melainkan siap.melayani dan dengan penuh bhakti menantikan kedatangan Kristus. Tidak mudah membuat orang mempercayai kita dalam hidup ini. Hal ini membutuhkan usaha yang terus-menerus dan setia.

Yang menerima banyak akan dituntut banyak. Ada ungkapan klasik yang mengatakan: “Semakin tinggi pohon, semakin kuat angin bertiup, semakin besar kapal semakin besar gelombang menghadang.”

Ungkapan ini mau memperlihatkan apa yang dikatakan Yesus: “Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut dari.padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak.lagi yang dituntut dari padanya.”

Bagaimana dengan kita?

Doaku: Ya Tuhan Yesus, mampukan aku menjadi hamba-Mu yang setia dan selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan-Mu, melalui pelayanan penuh kasih kepada sesama. Amen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here