140 Tahun Paroki Atapupu dan Prosesi Laut Ina Feto

0
67 views
Paroki Stelamaris Atapupu, Keuskupan Atambua genap merayakan ulang tahun ke-140, pada 1 Agustus. Perayaan diisi dengan beragam kegiatan rohani, salah satunya prosesi laut Ina Feto. Foto : Rm Ino (Sesawi.Net)

Paroki Stella Maris Atapupu, Keuskupan Atambua genap merayakan ulang tahun ke-140, pada 1 Agustus. Perayaan diisi dengan beragam kegiatan rohani, salah satunya prosesi laut. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan mengenang para misionaris perdana yang datang ke Pulau Timor lewat jalur Atapupu.

“Ini prosesi yang khas sekali, satu kekayaan iman yang langka. Tentu sangat bernilai rohani. Kita kenangkan perjalanan para misionaris melalui jalur laut,”ujar Pastor Paroki Atapupu RD Gorys Sainudin Dudy, di Atapupu (Selasa, 1/8/2023).

Gorys menjelaskan, prosesi Laut Ina Feto Lalean ini dimulai sejak 2013. Berawal dari permenungan umat dan para imam tentang pentingnya prosesi ini demi meningkatkan mutu iman umat tentang karya keselamatan Allah yang hadir dalam diri para misionaris.

Bagi Gorys, ini satu langkah maju. Melalui prosesi laut Ina Feto Lalean, dia berharap iman umat makin tumbuh serta menyadari betapa besar jasa para misionaris dalam menyebarkan benih Sabda Allah di Pulau Timor, khususnya di Atapupu.

Pastor Paroki Atapupu RD Gorys Sainudin Dudy. Foto : Rm Ino

Perayaan 140 tahun Paroki Atapupu, bagi Romo Gorys menjadi penanda penting bagi tumbuhnya iman umat Katolik Atapupu, karena itu menurutnya di usia paroki yang sudah sangat matang ini, apakah iman umat juga tumbuh matang juga. “Ini usia yang sangat matang. Namun, apakan iman umat juga demikian?”ujar Gorys.

Meskipun prosesi laut Ina Feto Lalean juga punya potensi wisata yang bagus dan bisa menarik wisatawan dari luar wilayah Atapupu, namun tentu saja lebih dari itu, iman umat harus terus dipupuk dan bertumbuh, kata Gorys. “Prosesi laut Ina Feto Lalean bukan dilihat dari sisi pariwisatanya saja tapi lebih pada penguatan dan pendalaman iman akan Tuhan dan Bunda Maria dalam kehidupan Gereja,”ujar Gorys.

Ke depan diharapkan agar prosesi disiapkan lebih matang dengan menghadirkan umat dari berbagai tempat untuk terlibat sekaligus memberi nilai lebih yakni sebagai wadah untuk pendalaman iman dan mengenang karya misi para misionaris pertama Pulau Timor.

Beragam kegiatan menjelang perayaan ini berupa perarakan tri harta iman yakni Perarakan Patung Bunda Maria, Salib dan Kitab Suci di setiap lingkungan. Juga pembinaan iman umat berupa katekese dan penerimaan sakramen krisma oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here