Home BERITA Jejak Sabda 20 Agustus 2026: Mengenakan Pakaian yang Pantas

Jejak Sabda 20 Agustus 2026: Mengenakan Pakaian yang Pantas

1
146 views
Ilustrasi - Sibuk terkokupasi dengan dunia kerja. (Ist) 2

Mat 22:1-14

ADA sebuah keluarga yang setiap hari sangat sibuk. Ayah mengejar pekerjaan, ibu mengurus rumah, anak-anak sibuk dengan sekolah, gawai, dan pergaulan. Mereka saling mencintai, tetapi semakin jarang memiliki waktu untuk duduk bersama.

Suatu hari sang ibu mengajak mereka makan bersama. Namun ketika waktunya tiba, semua mempunyai alasan: ayah ada urusan kantor, anak pertama ada acara dengan teman, anak kedua punya tugas. Meja makan yang sudah disiapkan akhirnya kosong.

Bukankah sering kali demikian hubungan kita dengan Tuhan? Tuhan mengundang, tetapi kita terlalu sibuk.

Kita tidak mengatakan “tidak” kepada Tuhan, tetapi hidup kita sering berkata demikian: “Saya tidak punya waktu.”

Dalam Injil, seorang yang datang ke pesta tidak mengenakan pakaian pesta. Ia hadir secara lahiriah, tetapi tidak menunjukkan sikap batin yang pantas. Karena itu raja bertanya, “Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?”

Pakaian pesta bukan soal pakaian yang indah, melainkan hati yang pantas di hadapan Tuhan: hati yang rendah hati, penuh kasih, mau mengampuni, jujur, peduli, dan bersedia bertobat.

Kadang kita terlalu sibuk memperindah “pakaian luar”: rumah, kendaraan, jabatan, gelar, penampilan, dan keberhasilan. Tetapi bagaimana dengan pakaian hati?

Apa gunanya hidup tampak indah jika hati penuh kebencian?
Apa gunanya memiliki banyak jika kita tidak murah hati?
Apa gunanya rajin beribadah jika kita tidak mau mengampuni?

Tuhan tidak terutama melihat apa yang kita kenakan di tubuh, tetapi apa yang kita kenakan di hati.

Seringkali kita disadarkan bahwa tidak ada gunanya jika kita terlalu sibuk mengurus kehidupan sampai lupa memenuhi undangan Tuhan. Hidup adalah undangan untuk mengasihi, mengampuni, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.

Hari ini marilah kita bertanya:

Bagaimana keadaan pakaian hatiku?

1 COMMENT

  1. terimakasih Romo utk Renungan pagi ini,
    sebagai teguran utk saya untuk lebih menyiapkan “pakaian Hati” di dalam diri saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo