Home BERITA Puncta 21 Agustus 2026: Tom and Jerry

Puncta 21 Agustus 2026: Tom and Jerry

0
9 views

Pw. St.Pius X, Paus
Matius 22:34-40 atau RUybs Yohanes 21:15-17

KITA bisa terpingkal-pingkal geli melihat Film Tom and Jerry yang sering berkelahi, kejar-kejaran dan saling melukai.

Film animasi itu menggambarkan perseteruan antara Tom, seekor kucing dan Jerry si tikus cerdik.

Dua binatang yang saling bermusuhan ini digambarkan dengan adegan-adegan lucu yang membikin penontonnya tertawa terbahak-bahak, senang melihat lawannya kalah dan menderita.

Secara tidak sadar kita diajari saling bermusuhan dan membalas dendam.
Kita senang melihat penderitaan dan kesengsaraan orang lain.

Melalui tontonan itu pikiran dan hati kita digiring untuk membenci, membalas dendam, melukai musuh dan menghancurkan orang lain. Penderitaan sesama dipandang sebagai sebuah hiburan.

Kita menempatkan diri sebagai Jerry yang “ngerjain” Tom sampai menderita. Kita bersorak sorai saat Tom berhasil mengalahkan Jerry yang babak belur. Seolah-olah kita melampiaskan balas dendam kita kepada musuh.

Berbeda dengan tontonan Film Tom and Jerry, Yesus mengajarkan kepada orang banyak tentang hukum kasih. Kaum Farisi senang mencobai Yesus.

Mereka ingin melihat Yesus jatuh dalam jebakan mereka. Mereka berharap Yesus “keseleo lidah” sehingga dapat menjerat-Nya.

Mereka bertanya perintah manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Mereka sebenarnya sudah tahu jawabannya.

Tetapi mereka ingin mencobai Yesus agar bisa diketahui Yesus berada dalam aliran keagamaan yang mana di tengah masyarakat Yahudi.

Yesus menjawab dengan cerdas. Yang terutama dalam hukum Taurat adalah kasih kepada Allah dan kasih pada sesama.

Yesus juga menegaskan: Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Hukum kasih adalah inti dari segala hukum.

Kasih yang dimaksud adalah kata dalam bahasa Yunani Agape. Kasih yang tulus tanpa pamrih. Kasih yang tidak mengharapkan apapun. Kasih yang melulu ingin agar orang yang dicintai bahagia. Itulah kasih Tuhan kepada manusia.

Kita diajak untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita. Namun yang terjadi adalah kita suka membenci, menindas dan membalas dendam.

Kita mesti berjuang agar dapat mengasihi Allah dan sesama sebagaimana Yesus telah mengasihi kita lebih dahulu.

Sepercik pantun buat anda:

Kisah cinta si Rara Mendut,
Dipisahkan di Wirogunan.
Kasih pasti lemah lembut,
Kasih pasti bisa memaafkan.

Wonogiri, mari saling mengasihi
Rm. A.Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo