- Bacaan 1: Yeh 37:1-14
- Injil: Mat 22:34-40
Gladiator adalah petarung profesional pada zaman Romawi kuno yang bertarung di arena publik demi hiburan penonton.
Pastur Sergio Guteres dari Mexico, menjalani kehidupan ganda. Pagi sebagai pastur memimpin Misa dan malam hari menjadi “Gladiator Gulat Mexico” yang disebut “LUCHA LIBRE” selama hampir 23 tahun. Hal itu terpaksa ia lakukan untuk membiaya panti asuhan yang didirikannya bagi anak-anak gelandangan di Mexico. Saat bergulat, ia menggunakan nama samaran “Fray Tormento” (Romo Badai).
Romo Sergio sendiri punya latar belakang kelam di masa remajanya. Saat ingin bertobat dan mendatangi gereja Katolik namun malah diusir pastur disitu karena latar belakangnya. Sehingga ia bercita-cita menjadi “romo bagi rumah anak-anak gelandangan”.
Romo tidak masuk ring untuk menunjukkan bahwa dirinya kuat. Ia berjuang karena ada anak-anak yang membutuhkan pertolongan. Inilah kasih yang sebenarnya, kasih yang harus diperjuangkan dan bukan hanya slogan.
Sama seperti yang diajarkan Tuhan Yesus:
- Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
- Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mengasihi Allah yang tidak kelihatan dengan cara mengasihi sesama yang bisa dilihat.
Kalau tadi Allah menggunakan Romo Sergio untuk menghidupi anak-anak terlantar (yang sudah kehilangan harapan hidup). Maka di zaman para nabi, Allah menggunakan Nabi Yehezkiel untuk bernubuat “menghidupkan bangsa Israel” yang sudah kehilangan harapan hidup akibat menderita di pembuangan. Melalui Nabi Yehezkiel, Allah menggunakan alegori perumpamaan tulang belulang manusia yang di hidupkan lagi untuk menggambarkan hidupnya kembali Bangsa Israel (dipulihkan).
“Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali…
Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel.
Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.”
Pesan hari ini
Kamu tidak dapat menghidupkan orang lain dengan kekuatanmu sendiri. Namun Allah dapat memakai tangan, tenaga, waktu, perhatian, uang, kemampuan, bahkan profesimu untuk menghadirkan kehidupan bagi orang lain, itulah kasih.
Ada banyak “tulang kering” di sekitar kita.
“Kasih bukan tentang seberapa yang kamu ucapkan, namun seberapa tulus yang kamu perbuat.”















































