Home KITAB SUCI & RENUNGAN HARIAN Renungan Harian Apa Makna Yesus, Gembala Baik?

Apa Makna Yesus, Gembala Baik?

0
Gembala yang baik

PADA setiap Minggu Paskah IV, Gereja mengajak umat untuk mendengarkan dan merenungkan tentang Yesus, gembala yang baik (Yohanes 10:11-18). Dalam perikop pendek itu, Yesus menyebut Dirinya “Akulah gembala yang baik” (Yohanes 10:11.14).

Dia menjelaskan karakter gembala yang baik.

Pertama, gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya (Yohanes 10:11.14). Itu tampak pada wafat-Nya di kayu salib.

Kedua, gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal Dia (Yohanes 10:14). Relasi-Nya dengan para domba-Nya amat kuat dan khas (Yohanes 10:15).

Apakah arti baik pada gembala itu?

Pertama, Yesus mengatakan bahwa Dia baik seperti Allah Bapa-Nya. Pribadi, kata, dan tindakan-Nya mewujudkan Allah yang baik. Kebaikan Allah itu tampak dalam cinta kasih-Nya kepada umat manusia.

Kedua, Yesus mengorbankan Diri demi keselamatan domba-domba-Nya. Dia melakukannya karena kasih dan ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya. “Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku” (Yohanes 10:15). Inilah yang membedakan Yesus dari gembala-gembala bayaran. Mereka itu mengutamakan kepentingan dan keselamatan diri sendiri (Yohanes 10:12-13). Mereka bekerja demi uang.

Ketiga, penggembalaan Yesus bersifat universal atau berlaku untuk semua orang. “Aku juga mempunyai domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Domba-domba itu harus Aku tuntun juga” (Yohanes 10:16). Yesus itu gembala yang inklusif.

Akhirnya, Yesus menyerahkan Diri secara sukarela berdasarkan kemauan dan kekuatan-Nya sendiri. “Tidak seorang pun mengambilnya dari Aku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri” (Yohanes 10:18). Dia berbeda dari gembala upahan yang dikendalikan oleh para pemberi upahnya.

Gembala itu pemimpin bagi domba-dombanya dan menuntun mereka keluar dari kandang (Yohanes 10:3-4). Umat manusia mendambakan gembala yang demikian.

Mereka itu tampak dalam orangtua yang menjadi gembala bagi anak-anaknya; guru bagi murid-muridnya, dan pemimpin negara bagi rakyatnya. Mereka juga tampak dalam para pemimpin agama dan gereja. Marilah kita berdoa bagi para pemimpin dan gembala kita agar mereka menjadi gembala seperti Yesus.

Semoga mereka siap mengorbankan diri bagi orang-orang yang dipercayakan kepadanya. Semoga mereka dijauhkan dari semua penyalahgunaan jabatan dan pelayanan yang amat merugikan dan mencelakakan domba-dombanya.

Minggu, 21 April 2024
HWDSF

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version