Arah dan Jalan Terbalik

0
166 views
Ilustrasi - Menderita, sengsara, dibunuh by laeacco.

Senin, 28 September 2020

Ayb 1:6-22 dan Luk 9:46-50

SERING kali kita berpikir bahwa ikut arus zaman sesuatu yang baik dan menyelamatkan. Dan memang kita semua cenderung mengikuti arus zaman ini. Orang yang tidak mengikutinya dianggap aneh dan gila.

Nabi Ayub bisa disebut salah satu orang “edan” karena pemikirannya terbalik dengan pemikiran kebanyakan manusia. Semua harta kekayaannya, kambing domba, lembu dan onta, bahkan anaknya dirampas dan dibunuh, tapi dia melihat itu dalam kacamata iman. Dia tidak mempersalahkan Allah.

Bahkan dia sujud menyembah kepada Allah dan berkata: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang aku akan kembali ke dalamnya. Tuhanlah yang memberi, Tuhanlah yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayb 1:21).

Bagaimana sikap kita bila alami musibah dan kemalangan?

Ada kecenderungan manusia adalah mau menjadi terbesar, terkemuka. Bahkan untuk mendapatkan posisi itu banyak hal dikorbankan. Yesus justru memberi arah dan jalan terbalik: “Yang terkecil akan menjadi yang terbesar” (Luk 9:48).

Kecenderungan manusia yang lain adalah eksklusivisme: “hanya untuk diri sendiri dan kelompok.” Tidak heran banyak terjadi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, alias KKN.

Yesus ajar arah dan jalan yang berbeda, yakni keterbukaan kepada orang lain di luar kelompok: “Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian” (Luk 9:50).

Bagaimana dengan kita para murid Yesus? Ikut arus zaman dan tenggelam di dalamnya, atau ikut arah dan jalan yang berbeda yang diajarkan Tuhan Yesus dan yang tertulis dalam Alkitab?

Semoga kita dimampukan Tuhan Yesus ikut arah dan jalan yang ditunjukkan-Nya. Amen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here