Atasi Masalah Sampah dengan Aplikasi Karya Anak Bangsa

0
69 views
Atasi Masalah Sampah dengan Aplikasi Karya Anak Bangsa.

RAPEL adalah aplikasi berbasis smartphone untuk pengumpulan sampah anorganik (bahan daur ulang) terpilah. Aplikasi ini menghubungkan pengguna aplikasi/sumber sampah anorganik, kolektor, sentra pemilahan, dan pabrik daur ulang.

Rapel (Rapel.id) telah diunduh lebih dari 85.000 pengguna yang tersebar di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Rapel bekerjasama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi, bank sampah, kolektor sampah anorganik, serta tempat usaha seperti kafe, restoran, hotel, dan industri.

Sampah anorganik yang diterima akan dipilah lebih lanjut dan dikirim ke pabrik daur ulang. Fasilitas sentra pemilahan sampah anorganik terdapat di Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta (Solo).

Saat ini, pengambilan sampah anorganik dari tempat/rumah pengguna aplikasi dilayani oleh sekitar 100 orang mitra kolektor Rapel.

Di Semarang

Layanan Rapel di Kota Semarang telah dibuka sejak bulan Januari 2021. Hingga saat ini telah berhasil mendaur ulang lebih dari 40 ton sampah anorganik, serta bermitra dengan 100 lembaga dan badan usaha.

Dalam rangka mensosialisasikan gerakan pemilahan dan daur ulang sampah, Rapel bersama Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk “Cerdas Kelola Sampah Menggunakan Aplikasi”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis 23 September 2021 ini diikuti sekitar 150 peserta.

Peserta berasal dari jajaran Pemkot Semarang, bank sampah, akademisi, organisasi, komunitas, BUMDes, pendamping desa, dan para pegiat lingkungan.

Webinar menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Fitri Rizqi A – Head Operational Rapel Semarang- dan Drs. Sapto Adi Sugihartono – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Para pembicara.

Webinar secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Semarang, Ir Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos. Dipandu oleh moderator Christopher Nugroho – Business Development Rapel Indonesia.

Dalam sambutannya, Hevearita menyatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang sangat mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam turut mengatasi permasalahan sampah.

Para pegiat bank sampah layak disebut sebagai pahlawan, karena berperan besar dalam melakukan edukasi terkait pemilahan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Kota Semarang mendukung dan menyambut kehadiran Rapel di Kota Semarang sebagai wujud peran serta masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan permasalahan sampah.

Tidak hanya di bagian hilir

Penanganan sampah tidak hanya pada bagian hilir, yaitu di Tempat Pemrosesan/Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga hendaknya pada bagian hulu. Demikian ditegaskan oleh Sapto Adi Sugihartono – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Pemilahan sampah terus disosialisasikan kepada masyarakat, mulai dari rumahtangga, RT/RW, sekolah, kantor, dan bank sampah.

Manfaat dari pemilahan sampah adalah mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPA, menambah pendapatan masyarakat melalui ekonomi sirkular, serta menciptakan kota yang bersih dan sehat.

Sementara Head Operational Rapel Semarang, Fitri Rizqi, menjelaskan bahwa rangkaian proses daur ulang sampah anorganik sejak dari pengumpulan hingga pabrik daur ulang telah menyediakan cukup banyak lapangan pekerjaan.

Aplikasi kelola sampah.

Sejak kehadirannya di Kota Semarang pada Januari 2021, Rapel Semarang telah mendaur ulang lebih dari 40 ton sampah anorganik dan minyak jelantah.

Lebih dari 100 lembaga dan badan usaha juga telah bekerja sama dengan Rapel Semarang meliputi hotel, kafe, rumah makan, perguruan tinggi, puskesmas, pesantren, komunitas, bank sampah, dan lain-lain.

Pada bagian penutup, Christopher Nugroho – Business Development Rapel Indonesia mengucapkan terimakasih atas dukungan kepada Rapel.

Kerjasama dengan berbagai pihak dalam hal pengelolaan sampah yang sudah dijalin selama ini kiranya akan terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi.

Sebagai salah satu aplikasi karya anak bangsa, Rapel diharapkan dapat turut berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sampah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here