Bersama Komisi HAAK dan Pengurus FKUB KAJ, Bimas Katolik DKI Jakarta Gelar Rekoleksi dan Peningkatan Kapasitas

0
41 views
Rekoleksi dan program pengembangan kapasitas para anggota penggiat Komisi HAAK dan pengurus FKUB Keuskupan Agung Jakarta dalam bingkai kerjasama dengan Bimas Katolik Kanwil Kemenag DKI Jakarta. (Dok. Anton Sinaga)

SAMPAI sekarang ini, Bimas Katolik DKI Jakarta terus-menerus selalu bergandengan tangan; bekerjasama dengan segenap mitra. Kali ini, Bimas Katolik DKI Jakarta melalui Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Antonius Sinaga, kami berpartisipasi bersama dalam program kegiatan Rekoleksi dan Capacity Building. Bersama Komisi HAAK dan Pengurus FKUB Keuskupan Agung Jakarta.

40 peserta kegiatan

Rekoleksi dan Capacity Building tersebut berlangsung hari Sabtu-Minggu, tanggal 22-23 Juni 2024 di Tavia Heritage Hotel di Jl. Letjen Suprapto No.1, Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus Komisi HAAK Keuskupan Agung Jakarta, para anggota pengurus FKUB Katolik Provinsi DKI Jakarta, para anggota pengurus FKUB Kabupaten/Kota se-DKI Jakarta.

Pembukaan kegiatan rekoleksi dan peningkatan kapasitas bagi para penggiat Komisi HAAK dan Pengurus FKUB Keuskupan Agung Jakarta. (Dok Anton Sinaga)

Mari melayani dengan semangat rendah hati

Total jumlah peserta kegiatan ini ada sebanyak 40 orang. Pertemuan ini mengambil tema “Melayani dengan Rendah Hati”.

Dalam laporannya kepada audiens, Ketua Panitia Didiek Dwinarmiyadi menyampaikan, kegiatan ini menjadi sarana pengurus Komisi HAAK dan FKUB untuk mengevaluasi kegiatan selama ini. “Tentu saja dengan harapan ke depan, kita semua akan bekerja dengan lebih baik. Jadi proses pertemuan inidiawali dengan evaluasi kinerja kita sepanjang tahun 2024 yang sedang berjalan,” papar alumnus Seminari Mertoyudan angkatan tahun masuk 1973.

Ketua Komisi HAAK KAJ Romo Antonius Suyadi Pr mengingatkan peserta akan motto Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo: “Serviens Domino cum Omne Humilitate” yang berarti “Aku melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati.” (Kis. 20:19)).

Ungkapan dalam motto pastoral tersebut, kata Romo Suyadi Pr, kiranya bisa menjadi inspirasi setiap pengurus Komisi HAAK dan FKUB KAJ.

Arah jarum jam: Didiek Dwinarmiyadi, Romo Suyadi Pr, dan Anton Sinaga mengisi sesi paparan di hadapan para penggiat Komisi HAAK dan Pengurus FKUB Keuskupan Agung Jakarta. (Dok Anton Sinaga)

Semakin sering melayani, semakin intens “bertemu” Tuhan

Sementara dalam kapasitasnya sebagai Pembimas Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Anton Sinaga menjelaskan bahwa di mata Tuhan “kebesaran dan kesuksesan” tidak pernah diukur dengan posisi sosial, jabatan, atau kekayaan.

“Tetapi dengan pelayanan; bukan pada apa yang dimiliki orang, tetapi pada apa yang diberikan orang,” ungkap Pembimas Kanwil Kemenag DKI Jakarta Anton Sinaga.

Para peserta kegiatan rekoleksi dan peningkatan kapasitas diri di kalangan para penggiat Komisi HAAK dan Pengurus FKUB Keuskupan Agung Jakarta. (Dok. Anton Sinaga)

Anton kemudian mengutip nasihat Paus Fransiskus tentang pelayanan yang pernah diucapkan beliau tanggal 19 September 2021. Antara lain Paus mengatakan demikian. Ketika melayani orang lain, kita menerima pelukan Tuhan. Oleh karena itu, jika kita ingin mengikuti Yesus, kita harus mengikuti “jalan pelayanan” yang Dia sendiri telusuri.

“Kesetiaan kita kepada Tuhan bergantung pada kesediaan kita mau melayani. Semakin banyak kita melayani, maka semakin kita menyadari kehadiran Tuhan,” papar Anton Sinaga mengutip pernyataan Paus Fransiskus di bulan September 2021.

“Ketika kita melayani orang lain, maka pada gilirannya nanti kiya juga akan menemukan kasih dan pelukan Tuhan,” pungkas Anton Sinaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here