“Campus Fidei”: Program KAJ Gelorakan Semangat di Kalangan OMK Hormati Martabat Manusia

0
336 views
Campus Fidei, program formatio iman OMK di KAJ

PROGRAM sepanjang tahun 2022 mendatang ini disebut “Campus Fidei”.

Program ini dirilis oleh Tim Sinergi Bidang Pendampingan (TSBP 2) Keuskupan Agung Jakarta dengan fokus target sasaran pelayanan pastoralnya adalah “menggarap” Orang Muda Katolik (OMK).

Tapi, jangan salah memahami istilah “Campus Fidei” ini sebagai locus (tempat, lokasi) di mana KAJ akan membangun sebuah kampus perkuliahan untuk para OMK.

Bukan itu yang TSBP 2 maksudkan dengan istilah “Campus Fidei”.

“Campus Fidei” secara sederhana bisa kita artikan sebagai “lahan” -juga bukan dalam artian tempat teritorial-, melainkan lebih sebagai “medan lapangan kerja” di mana TSBP 2 punya maksud dan kehendak baik.

Yakni, ingin melakukan kegiatan-kegiatannya dalam konteks merawat dan membina iman Kristianitas Katolik di kalangan OMK.

Ini sesuai arti kata bahasa Latin-nya “fides-fidei” yang ditulis dalam bentuk genetivus untuk menyebut lahan atau medan lapangan karya di mana iman OMK perlu dirawat dan dibina.

Kalau harus menyebutkan “wilayah teritorial”, maka “campus” di sini tidak lain adalah paroki-paroki KAJ di mana OMK itu berada dan keberadaannya menjadi bagian dari umat paroki.

Ilustrasi: Malam pensi bersama OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang. (Cinda OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang)
Ilustrasi: Perjumpaan OMK Muara Bungo, Jambi. (Ist)

Arah Dasar KAJ 2022-2006

Mengapa program setahun dengan label “Campus Fidei” ini kini digulirkan di KAJ?

Menjawab pertanyaan besar ini, TSBP 2 pada tanggal 12 Desember 2021 lalu merilis konferensi pers dari Pusat Pastoral Wisma Samadi Klender. Menerangkan A-to-Z dan warna-warni program keren bertitel “Campus Fidei” ini.

Tapi, perlu disebut terlebih dahulu hal-hal penting ini.

KAJ sudah secara resmi menggulirkan Arah Dasar (Ardas)-nya untuk kurun waktu empat tahun ke depan (2022-2026).

Khusus untuk tahun 2022: tagline KAJ akan berbunyi “Penghormatan Martabat Manusia”.

Tagline ini dirilis dalam konteks KAJ ingin menyebarluaskan semangat Ajaran Sosial Gereja (ASG) kepada segenap umat beriman di wilayah reksa pastoral KAJ.

Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo saat menerangkan Arah Dasar KAJ tahun 2022-2026 yang memberi perhatian besar akan tema-tema penting dalam Ajaran Sosial Gereja (ASG). Salah satunya adalah menggaungkan semangat bersama di kalangan umat beriman di KAJ akan penghormatan terhadap martabat manusia di tiga ranah hidup sosial kita: politik, bisnis, dan bermasyarakat. Ini disampaikan Kardinal Suharyo pada Ikatan Alumni Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma (IKAFITE) saat beraudiensi di Wisma Keuskupan, 16 Desember 2021. (Ping Royani/Sesawi.Net)

Demikian kata Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo pada kesempatan audiensi dengan sejumlah pengurus Ikatan Alumni Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma (FTW-USD) Yogyakarta di Wisma Keuskupan, Kamis tanggal 16 Desember 2021 lalu.

“Semangat untuk menghormati martabat manusia ini perlu kita gaungkan sepanjang tahun 2022 mendatang.

Pertama-tama tentunya di wilayah internal kalangan umat beriman di KAJ. Agar semangat menghormati martabat manusia itu semakin bergaung dan menjadi perilaku umat Katolik di dalam tiga ranah pilar kehidupan sosial kita bersama. Yakni:

  • Di level hidup bernegara, maka kita wajib mempraktikkan etika politik yang berintegritas.
  • Di level praktik berbisnis, maka etika bisnis kristiniani mestinya menjadi fokus ‘cara bertindak’ para pelaku bisnis. Itu artinya memberi ruang besar bagi penghormatan hak-hak pekerja.
  • Sementara di ranah hidup personal kita masing-masing sebagai warga masyarakat, maka kita diajak untuk mempraktikkan semangat toleransi dan belarasa terhadap sesama.”

Demikian keterangan Kardinal Suharyo kepada IKAFITE – forum alumni FTW-USD pada kesempatan audiensi tersebut.

Membidik kaum muda dan OMK

Bagaimana Ardas KAJ 2022-2024 yang memberi perhatian besar akan tema-tema besar dalam ASG –khususnya penghormatan martabat manusia selama tahun 2022- nantinya akan dipraktikkan di lapangan?

Inilah pertanyaan besar yang ingin dijawab oleh TSBP 2.

Tentu saja, bukan sekadar menjawab pertanyaan, tapi lebih keinginan bersama mau mewujudkannya dalam bentuk mendesain program kerja nyata.

Maka, lahirlah apa yang kemudian disebut Program “Campus Fidei”.

Tagline berbunyi “Aku Mengasihi, Aku Dikasihi”

“Campus Fidei” adalah program besutan TSBP 2 yang ingin merawat dan membina iman Kristiani-Katolik di kalangan kaum muda dan OMK di wilayah parokinya masing-masing.

Tujuannya agar mereka semakin ikut terlibat dalam gerak bersama menggelorakan semangat Ardas KAJ 2022: Hormat akan Martabat Manusia.

Dilakukan antara lain dengan mengajak para penggerak OMK di parokinya masing-masing agar berpartisipasi dalam gerak bersama “memotivasi” kelompok bayanya untuk menggaungkan tagline “Aku Dikasihi, Aku Mengasihi” (AD-AM).

“Kaum muda diajak serta dalam menghidupi cita-cita KAJ yang dituangkan dalam Arah Dasar KAJ 2022-2026, yakni berjuang untuk semakin mengasihi, semakin peduli dan semakin bersaksi demi kecintaan pada Tanahair dalam setiap sendi kehidupan.

Dengan demikian pendampingan kaum muda berfokus pada ajakan untuk berjuang menjadi berani hidup.

Hidup yang luar biasa bersama Kristus yang hidup. Terkait hal itu, pada tahun 2022, ‘Penghormatan terhadap Martabat Manusia’ akan menjadi tema prioritas dalam  perjuangan tersebut,” demikian konten konferensi pers bersama para penggerak Pogram “Campus Fidei” dan Kampanye “Aku Dikasihi, Aku Mengasihi” di Wisma Samadi Klender tanggal 12 Desember lalu.

Program “Campus Fidei” KAJ sebagai upaya formasi iman di kalangan kaum muda dan OMK Keuskupan Agung Jakarta.

Sedikit latar belakang

Berdasarkan hasil survei Komisi Kepemudaan KAJ, ada banyak kerinduan di kalangan OMK KAJ agar pendampingan OMK di paroki-paroki bisa semakin ditingkatkan.

“Karena amat dibutuhkan OMK yang bisa menjadi motivator OMK lainnya di paroki, saya mengundang teman-teman OMK KAJ dan para Pendamping OMK KAJ untuk mau terlibat di dalam proses formasi iman sepanjang tahun 2022 bersama Program Campus  Fidei ini.

Sediakan dirimu untuk berproses bersama Campus Fidei. Ayo daftarkan dirimu kepada Pastor Paroki atau Tim TSBP 2 Paroki.

Saya sungguh berharap agar semuanya siap menjadi penggerak bagi OMK KAJ lainnya di  parokinya masing-masing,” demikian ajakan dan harapan Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta,Ignatius Kardinal Suharyo, pemrakarsa program ini, dalam pesan virtualnya melalui rekaman video.

Kampanyekan tagline pastoral tahun 2022

Bapak Uskup KAJ Kardinal Suharyo lalu melanjutkan pesannya.

“Dalam semangat sama, saya juga mengundang seluruh umat dan OMK KAJ di setiap paroki untuk terlibat mengkampanyekan seruan bersama: #AkuDikasihiAkuMengasihi”

Melalui cara-cara yang sederhana ini, mari kita lakukan aksi-aksi konkrit di paroki kita masing-masing. Kita praktikkan setiap bulannya untuk menunjukkan penghormatan kita terhadap martabat manusia.

Kita bersama-sama berikhtiar agar melalui aksi konkrit yang kemudian kita refleksikan  melalui konten media sosial, semua itu kiranya mampu menginspirasi semakin banyak orang untuk bersama-sama memberi penghargaan terhadap martabat manusia.

Bersama Tim TSBP2 KAJ, mari tunjukkan #Aku Dikasihi, Aku Mengasihi,” demikian ajakan Bapak Uskup Kardinal Suharyo dalam pesan videonya.

Ekspresikan dalam bentuk konten positif di medsos

Dua agenda kegiatan prioritas 2022 menyangkut sendi kehidupan kaum muda adalah program-program yang mengajak kaum muda hadir dan eksis di dunia digital.

Ini untuk mewartakan penghormatan terhadap martabat manusia sesuai nilai-nilai ASG.

Juga ingin mengajak kaum muda dan OMK merapatkan barisan untuk menguatkan hidup rohani di era digital ini.

Kedua program karya prioritas tersebut berupa:

  • Kampanye digital berbunyi “Aku Dikasihi, Aku Mengasihi”.
  • Program “Campus Fidei”. 

Kampanye digital “Aku Dikasihi, Aku Mengasihi” ini merupakan medan perjuangan yang ditawarkan untuk kaum muda agar masing-masing mampu dan berani hidup melawan disrupsi digital dalam hal penghargaan terhadap martabat manusia.

Mengapa ini perlu dilakukan? Ini karena da beberapa hal yang selalu menjadi karakter dan kekuatan orang muda Katolik. Antara lain:

  • Orang Muda Katolik (OMK) adalah digital native. Begitu lahir, mereka ini sudah langsung kenal dengan gaya hidup komunikasi nirkabel dan keseharian hidup mereka praktis tak pernah terpisahkan dari ponsel pintar.
  • OMK biasanya langsung cepat tanggap dan mudah beradaptasi. 
  • OMK mampu manfaatkan dunia digital untuk berkreasi, menyuarakan keprihatinan. 
  • OMK dapat ikut mencari dan menemukan “mereka yang hilang”.
  • OMK dapat menjadi daya dorong Gereja untuk menyapa mereka yang saat ini masih belum tersapa. Dilakukan melalui pelayanan teritorial maupun kategorial.
  • Banyak OMK sudah terjun melayani Gereja melalui panggung konten medsos Katolik.

Program ini mengajak OMK hadir, eksis, dan berani menyuarakan -dengan cara mencontohkan praktik hidupnya- yakni selalu menghargai martabat manusia. Pesan penting itu mereka kemas dan sampaikan melalui pesan positif di dunia digital.

Sementara, “Campus Fidei” merupakan program yang mengajak serta kaum muda yang mendapat tugas pengutusan dan kesaksian hidup di paroki-paroki KAJ. Untuk bergerak bersama dalam kegiatan pembinaan rohani selama satu tahun penuh.

Dalam kegiatan bersama ini, mereka akan belajar:

  • Menghidupi penghargaan martabat manusia melalui proses pembinaan iman dalam komunitas.
  • Melakukan refleksi kesaksian hidup.
  • Melaksanakan pewartaan digital yang inspiratif.

Dengan demikian, pendampingan OMK di KAJ untuk 2022 adalah mendorong OMK untuk menjadi motor penggerak nilai-nilai penghormatan martabat manusia.

Ilustrasi: Indonesian Youth Day di Manado tahun 2016. (Mathias Hariyadi)

Kampanye tindakan, bukan omdo

Kedua kampanye di atas masuk kategori kampanye tindakan (action). Bukan untuk mencari nama, kemasyhuran dan popularitas pribadi.

Ini bukan kampanye kata-kata.

Sekali lagi, kampanye ini adalah ajakan bagi kaum muda untuk bertindak, untuk mengasah empati dan menajamkan rasa kemanusiaan di tengah situasi penuh goncangan. 

Tentang TSBP 2 KAJ

Tugas pendampingan secara struktural dimandatkan kepada sebuah tim khusus yang dibentuk. Namanya, Tim Sinergi Bidang Pendampingan 2 (TSBP 2).

Keberadaannya bisa ditemukan di tingkat Keuskupan dan di paroki-paroki.

TSBP 2 adalah tim sinergi khusus yang dibentuk oleh Keuskupan Agung Jakarta dengan fokus berupa karya adalah karya pendampingan Orang Muda Katolik (OMK). 

Strategi obyektif TSBP 2 adalah supaya OMK KAJ belajar menghidupi penghargaan martabat manusia melalui proses pembinaan iman dalam komunitas, refleksi dan kesaksian hidup, serta pewartaan digital yang inspiratif.

TSBP 2 terdiri dari para personil yang berasal dari sejumlah organ di KAJ, yakni:

  • Komisi dan Seksi Kepemudaan.
  • Komisi dan Seksi Panggilan.
  • Komisi dan Seksi Pendidikan.
  • Tim Karya Kategorial OMK.

Sebenarnya, tugas pendampingan adalah tugas semua umat semuanya. Karena kita semua sungguh percaya bahwa OMK adalah penerus Gereja masa depan.

Narahubung

  1. Wakil Ketua Umum TSBP 2 KAJ: Willem L. Turpijn: 0821-1083-1434.
  2. Koordinator Pelaksana Campus Fidei: Christian Pradana: 0821-5090-5196.
  3. Koordinator Pelaksana Kampanye “Aku Dikasihi, Aku Mengasihi”: Gerard Thema: 0816-1939-756.

Email: tsbp2kaj@gmail.com .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here