
DALAM semangat persaudaraan dan keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus, Kongregasi Suster-suster Misi dan Adorasi dari Santa Familia (MASF) telah sukses menyelenggarakan Sidang Kapitel Umum V tanggal 22–29 April 2025 di Rumah Retret Bukit Rahmat, Putak, Loa Duri, Keuskupan Agung Samarinda, Kaltim.
Sidang Kapitel ini menjadi momen penting dalam perjalanan hidup dan pelayanan para suster MASF. Khususnya atas telah terselenggarnya proses memilih anggota pimpinan baru. Juga telah berhasil merumuskan arah pelayanan Kongregasi ke depan yang kemudian dituangkan dalam keputusan dan rekomendasi Kapitel.

Tema Kapitel: Misionaris yang Bersinodal dalam Pelayanan Kontekstual
Kapitel V mengangkat tema “Misionaris yang Bersinodal dalam Pelayanan Kontekstual”. Ini mencerminkan semangat misi, kebersamaan (sinodalitas), dan kepekaan terhadap konteks zaman serta kebutuhan nyata umat.
Tema ini mengajak para suster untuk terus hadir sebagai pewarta kasih Kristus yang setia, adaptif, dan bersinergi dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

Dewan Pimpinan Umum MASF 2025–2029
Hasil proses doa dan discernment bersama berbuah dengan terpilihlah anggota Dewan Pimpinan Umum Kongregasi MASF untuk periode 2025–2029 sebagai berikut:
- Pemimpin Umum: Sr. Marta Dwi Siwi Lastri Ningsih MASF.
- Wakil Pemimpin Umum: Sr. Yohana Magdalena MASF.
- Sekretaris: Sr. Renata Buik MASF.
Sr. Marta MASF dan tim kepemimpinannya diharapkan menuntun perjalanan Kongregasi dalam semangat adorasi, spiritualitas Keluarga Kudus, serta meneladani hidup dan semangat misioner Pater Antonius Maria Trampe MSF, pendiri Kongregasi.

Refleksi dan evaluasi misi
Kapitel ini menjadi wadah refleksi dan evaluasi atas karya misi serta kehidupan komunitas religius para suster MASF. Dalam suasana sinodal dan keterbukaan, para suster memperbarui komitmen untuk menghadirkan Injil melalui pelayanan yang kontekstual dan penuh kasih.
Pastur Agustinus Doni Tupen MSF, selaku moderator Kapitel, memberikan bekal rohani kepada para peserta dengan menyampaikan kata-kata sederhana namun mendalam: “Isaku iki” -yang berarti “saya bisanya begini”- dan diyakini bahwa Tuhan akan melengkapinya dengan kasih-Nya: “Tak Kasih Murah”.

Dukungan Keuskupan Agung Samarinda
Uskup Keuskupan Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF, memberi apresiasi atas tema Kapitel yang sangat relevan dengan dinamika Gereja saat ini. Ia menekankan, hidup bersinodal merupakan semangat Gereja Perdana dan menjadi dasar bagi cara hidup Gereja masa kini.
Dalam arahannya, Mgr. Yustinus menyoroti dua hal penting:
- Kapitel ini menjadi kesempatan berharga untuk menggali inspirasi dalam mengembangkan arah dan pelayanan Kongregasi.
- Perlu dilihat perkembangan MASF secara eksternal dan internal:
- Eksternal: keterlibatan Kongregasi dalam Gereja lokal dan pemanfaatan teknologi sebagai peluang untuk berinovasi dalam pelayanan kontekstual.
- Internal: perhatian terhadap statistik panggilan dan jumlah calon suster sebagai isu mendesak yang perlu dijawab dengan strategi prioritas.
Ia juga mengingatkan bahwa panggilan hidup religius saat ini menghadapi tantangan besar, namun keyakinan akan bimbingan Roh Kudus menjadi dasar harapan. Roh Kudus tidak pernah kehabisan inspirasi untuk menumbuhkan panggilan di tengah Gereja; termasuk dalam kehidupan Kongregasi MASF.
Penutup
Kiranya Penyelamat Ekaristik dari Tabernakel-Nya, seperti yang selalu didoakan oleh Pater AM Trampe MSF, menganugerahkan berkat-Nya kepada seluruh anggota Kongregasi MASF.
Semoga kepemimpinan yang baru membawa semangat segar dalam mewujudkan pelayanan misioner yang bersinodal, kontekstual, dan penuh kasih di tengah dunia yang terus berubah.