Diam dan Tenang

0
268 views
Debat konflik by Imre.uk

Renungan Harian
Rabu, 23 Juni 2021
Bacaan I: Kej. 15: 1-12. 17-18
Injil: Mat. 7: 15-20
 
BEBERAPA tahun yang lalu, sebuah organisasi kerohanian di paroki tempat saya menjalani pengutusan terjadi perpecahan di antara para pengurusnya.

Para pengurus itu terpecah menjadi dua kubu.

Perpecahan itu bermula dari kesalahpahaman dan ketidakcocokan dua orang dari pengurus itu, namun kedua orang itu kemudian mencari dukungan dari pengurus yang lain dengan informasi dari masing-masing pihak saja.

Akibatnya, sekelompok pengurus ini mendukung satu orang. Dan sekelompok yang lain mendukung satu orang.

Dari perseteruan dua orang itu menjadi perseteruan dua kubu.
 
Perseteruan kedua kubu itu dari hari ke hari semakin meruncing. Mereka saling menyindir, saling menyalahkan dan menggunakan kata-kata tidak bijak hanya untuk menjatuhkan kelompok lain.

Perseteruan semakin memuncak ketika masing-masing mulai saling mengancam. Paroki memilih kami atau mereka. Kalau memilih kami, maka mereka harus dipecat.

Sebaliknya kalau memilih mereka maka kami memilih mundur.
 
Berhadapan dengan perseturuan yang semakin memanas, maka saya menemui kedua kubu meminta agar mereka mau berdamai dan bersama-sama melanjutkan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Saya menyampaikan:

“Kalian itu dipercaya untuk mengemban tugas melayani organisasi. Ini organisasi adalah organisasi kerohanian yang bertujuan membantu semua anggota dan orang lain agar semakin dekat dengan Allah dan terlibat dalam  Gereja-Nya.

Oleh karena itu ,sebagai pengurus kalian seharusnya selalu terbuka pada bimbingan Roh Kudus dan mudah digerakkan oleh-Nya.

Beberapa ciri bahwa tindakan itu sumbernya dari Roh Kudus adalah: tindakan itu berdasarkan kasih, memberi damai, membuahkan persatuan dan kesatuan. 

Oleh karena itu tidak usah saling menyalahkan, saling menghina semua semua akan kelihatan pada waktunya.

Berkarya dan melayani pada saatnya akan nampak mana yang bersumber dari Roh Kudus dan mana yang bersumber dari Roh jahat.”
 
Dalam perjalanan waktu mulai kelihatan, kelompok mana yang sungguh-sungguh bekerja dengan pelayanan-pelayanan yang baik dan kelompok mana yang hanya banyak omong dan berteriak-teriak tentang kebenaran.

Akhirnya semua anggota organisasi itu mengerti kelompok mana yang sungguh-sungguh mereka butuhkan dan dapat mereka percaya sebagai pengurus.

Kelompok yang lain akhirnya dengan sendirinya tersingkir dan mengundurkan diri dengan dendam yang entah sampai kapan akan berakhir.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Matius: “Camkanlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Jadi dari buahnya kalian akan mengenal mereka.”
 
Bagaimana dengan aku?

Pohon macam apa aku ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here