Film “Black Money”, Integritas Nomor Dua, Urusan Keluarga Nomor Satu

0
125 views
Film Korea "Black Money " dengan sosok Kim sebagai pengacara dan penasehat hukum Daehan Bank by ist

MALANG benar nasib Yang Min-Hyuk (Cho Jin-Woong) sebagai seorang jaksa penuntut umum. Tinggal selangkah lagi akan bisa membawa bukti terjadinya skandal besar kejahatan perbankan di Korea, tiba-tiba saja dia terpelanting ke tanah.

Tiba-tiba saja terjadi aksi “pembelotan” di tikungan perjalanan nan strategis yang bisa menggagalkan pembuktiannya. Dan yang membelot ini jua bukan sembarang orang.

Ia adalah Kim Na-Ri (Lee Ha-Nee), penasehat hukum Daehan Bank dan puteri kandung seorang professor kenamaan tempat di mana dulu para pejabat keuangan Korea sering berkonsultasi.

Di situ ada uang bapakmu

Awalnya, Kim bersedia total membantu kinerja Yang. Keduanya dalam “perahu yang sama” dalam bersikap. Bongkar habis-habisan skandal keuangan di Daehan Bank yang telah membuat gonjang-ganjing perbankan nasional Negeri Ginseng ini.

Namun, dalam sekejap Kim berubah 180 derajad. Begitu tahu, telah terjadi kongkalingkong dalam pembelian saham Daehan Bank yang melibatkan ayahnya, maka dia berbalik arah.

Padahal sebelumnya, Kim sudah berani menyatakan diri akan mundur sebagai penasehat hukum dari Daehan Bank, saat dia menatang integritas kejujuran mantan pejabat tinggi bernama Lee Kwang-Joo (Lee Kyoung-Young).

Jaksa Penuntut Umum Yang dibuat kecewa atas “pembelotan” mendadak oleh Kim karena urusan kehormatan keluarganya. (Ist)

Integritas diri tergadaikan

Kim berjanji akan tetap berjuang mempertahankan kepentingan para karyawan bank. Bamun tentang tuntutan akan adanya kejujuran informasi dan skema transparansi atas transaksi perbankan, dia takkan mau berkompromi.

Ini persoalan integritas diri. Demikian Kim, ketika ia mengadukan kasus skandal perbankan ini kepada Presdir Daehan Bank, mantan pejabat tinggi Pemerintahan Korsel.

Kim bergeming dari sikapnya menjaga integritas diri. Namun kemudian,  integritasny harus “kalah telak”.  Saat mana ayahnya mengatakan, uang keluarga juga telah ikut diinvestasikan dalam skema pembelian bank ini.

Superioritas lelaki

Sebagai perempuan Korea dan anak, maka superioritas lelaki yang adalah ayahnya sendiri, maka Kim mundur total.

Film Black Money (2019) ini mengambil inspirasinya dari kisah nyata yang terjadi di Korsel. Yakni, ketika sejumlah pejabat Negeri Ginseng ini diam-diam terlibat dalam sebuah “skenario” jahat untuk bisa membeli bank dengan harga super murah.

Film ini berkelas, karena usaha jaksa penuntut umum Yang Min-Hyuk mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan para petinggi Korsel, selalu mentok oleh tembok birokrasi.

Saat upayanya mendekati keberhasilan dengan segudang bukti forensik di tangannya, kali ini dia malah “dikunci” oleh Kim. Ia tidak mau lagi bekerjasama, karena di situ ada “uang keluarganya”.

Semua jalan pembuktian forensik sudah mentok. Maka, tak ada pilihan lain bagi Yang melakukan ekspose kasus di depan publik.

Kali ini, massa demonstran dan media massa menjadi panggung terbuka bagi Yang untuk menari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here