In Memoriam Romo FX Wiyono Pr: Nelly, Sebuah Nama yang Tetap Jadi Misteri (5)

0
637 views
Di pusara inilah, Romo FX Wiyono Pr beristirahat dalam damai. (AM Putut Prabantoro)

ADA sebuah rahasia yang terungkap dari misa requiem untuk almarhum Romo FX Wiyono Pr yang di  Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta, Selasa (19/03/2019).

Rahasia itu dibuka oleh Romo Djoko Setyo Prakosa Pr, Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, saat memberi sambutan di akhir misa requiem Romo FX Wiyono Pr yang meninggal di RS Panti Rapih sehari sebelumnya.

Nelly adalah nama untuk mereka yang berjenis kelamin perempuan. Nama inilah yang senantiasa menghiasi dan menjadi teman hidup setia Romo FX Wiyono Pr. Ia selalu setia menemani Romo yang menekuni budaya Jawa itu.

Pemakaman jenazah Romo Wiyono Pr.

Tak ada jam yang terlewatkan, dan sepanjang hari, keduanya akan saling menyapa dan memperhatikan. Keduanya, menurut Romo  Djoko Setyo Prakosa Pr, seakan tak terpisahkan.

Hubungan Nelly dan Romo FX Wiyono Pr sangat diketahui oleh para frater dan pastor yang menghuni Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta. Dan, Nelly  yang sangat posesif itu tidak merasa canggung berada di antara kaum pria selibat.

Nelly yang posesif

Keposesifan Nelly terhadap Romo  FX Wiyono Pr jelas terlihat dengan caranya bersikap terhadap mereka yang datang ke Rumah Pastor Sepuh yang berada di Kompleks Seminnari Tinggi St. Paulus Kentungan. Ia akan menunjukkan sikap tidak senang, apalagi jika orang yang datang ke Romo FX Wiyono Pr tidak menghiraukannya.

“Jangan coba-coba merebut hati atau perhatian Romo FX Wiyono Pr tanpa memberi perhatian khusus kepada Nelly. Ia sangat posesif terhadap Romo Wiyono. Sikap tidak senang atau marah akan ditunjukkan kepada para tamu jika menganggapnya tidak ada,” ujar Rektor Seminari Tinggi Kentungan itu kepada ribuan pelayat yang hadir dalam misa pemakaman Romo FX Wiyono Pr di Kapel Seminari Tinggi Kentungan.

Menurut pengakuan Rektor Seminari Tinggi Kentungan itu, dirinya dua kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Nelly. Karena sikap tidak bersahabat itu, Romo Wiyono Pr menyarankan agar Romo Djoko Setyo Prakosa Pr untuk bersikap bersahabat dan menyapanya dengan lembut.

Tidak hanya lembut, tetapi disarankan ada nada mesranya.

Dua bulan sebelumnya

Kesetiaan Nelly mendampingi Romo FX Wiyono Pr ditunjukkan dengan cara luar biasa. Dan, dua bulan sebelum Romo Wiyono Pr menghadap Bapa di Surga, Nelly lebih dulu meninggal dunia. Ia seakan tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Ia meninggalkan cinta kepada para frater dan pastor yang berada di Seminari Tinggi Kentungan yang sangat membekas.

Nelly mengajari cinta yang setulus dan sedalam-dalamnya kepada orang yang dicintai.

“Tapi jangan salah sangka. Nelly adalah nama seekor anjing yang senantiasa menunjukkan kasih luar biasa saat mendampingi tuannya. Saya dua kali digigit oleh Nelly, ketika menjenguk Romo FX Wiyono Pr di rumah sepuh,” ungkap Romo Djoko Setyo Prakosa Pr.

“Oleh Romo Wiyono, saya dinasehati begini. Agar bisa menghindari perlakuan yang tidak menyenangkan dari Nelly, saya diminta untuk memanggil Nelly dengan mesra. Ya.. . saya harus melakukannya sesuai nasihat itu. Nelly akhirnya mendahului dua bulan tuannya. Dan kami sangat kehilangan Nelly,” tambahnya yang disambut tawa para pelayat.

Ribuan pelayat menghadiri misa requiem dan prosesi pemakaman jenazah Romo FX Wiyono Pr.

Sekilas hidup

Romo FX Wiyono Pr meninggal dunia dalam usia 77 tahun. Ia dilahirkan pada tanggal 19 Februari 1942 dan meninggal pada tanggal 18 Maret 2019 di RS Panti Rapih.

Misa requiem di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta,  dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko Pr.

Jenazah Romo Wiyono dimakamkan di kerkop para romo diosesan KAS yang berada di Komplek Seminari Tinggi, Kentungan, Yogyakarta.

Hadir dalam misa tersebut, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, Uskup Emeritus Mgr. Blasius Pujaraharja Pr.

Taat pada pemimpin

Dalam homilinya, Uskup Agung KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr mengatakan, almarhum Romo FX Wiyono Pr adalah sosok pribadi pendiam dan sangat taat kepada pimpinan.

Sekalipun mungkin tidak sesuai dengan keinginannya, keputusan yang telah diambil oleh pimpinan selalu diterima dengan lega hati dan sumeleh.

Ia merupakan contoh dari sebuah ketaatan dan kesetiaan seorang rohaniwan yang sangat mengerti akan panggilannya. Bahkan, almarhum  ingin menyumbangkan warisan orangtuanya untuk kepentingan Gereja dengan membangun rumah tinggal untuk para Romo Sepuh.

In Memoriam Romo FX Wiyono Pr dalam Gambar: Imam Diosesan KAS dan Ki Dalang Wayang Wahyu (4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here