Kasih yang Senantiasa Tersedia

0
196 views
Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke perjamuan kawin itu by Vatican News.

KITAB Suci menggambarkan kebahagiaan abadi bersama Tuhan sebagai suatu pesta. Di sana, orang menikmati hidangan yang sangat lezat dan minuman anggur yang terbaik (Yesaya 25:6-8). Tuhan menyediakannya secara cuma-cuma dan mengundang orang ke dalam pesta itu.

Injil hari ini (Lukas 14:15-24) melukiskan pesta yang serupa. Yesus berbicara tentang perjamuan dengan tamu-tamu undangan istimewa. Namun, para tamu undangan itu tidak mau datang. Masing-masing mengajukan alasan untuk dimaafkan (Lukas 14:18-20).

Lalu, tuan rumah itu murka dan memerintahkan supaya mengundang semua orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh (Lukas 14:21). Bahkan, dia juga memaksa semua di jalan-jalan untuk masuk ke dalam pestanya, karena rumahnya harus penuh (Lukas 14:23).

Sabda Yesus itu mengungkapkan kasih Allah yang menghendaki manusia kembali kepada-Nya dan hidup bersama-Nya dalam kebahagiaan abadi. Dia telah menyediakan semuanya. Manusia tinggal datang dan masuk ke dalamnya.

Namun, manusia pandai mencari alasan untuk tidak datang. Artinya, manusia lebih suka mencari hidup bahagia di luar Tuhan. Sikap itu tidak menggagalkan kasih Allah kepada manusia. Dia tetap menghendaki agar rumah-Nya penuh (Lukas 14:23). Kasih Allah tidak boleh dibiarkan sia-sia.

Ada yang mengatakan bahwa mereka yang menolak itu adalah orang-orang Yahudi, bangsa pilihan. Namun, mereka menolak masuk. Maka, Tuhan mengundang bangsa-bangsa non-Yahudi untuk masuk.

Kini, undangan itu berlaku untuk semua orang, termasuk kita yang telah dibaptis. Setiap hari, Tuhan mengundang kita untuk mengambil bagian dalam sukacita dan kebahagiaan-Nya.

Apakah kita membuka hati, menerima undangan-Nya? Ataukah kita sibuk mencari alasan untuk tidak datang? Jika menolak kasih dan kebahagiaan dari Tuhan, di manakah kita menemukan kebahagiaan yang sejati?

Selasa, 7 November 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here