Ketika Kamu Tulus Mencintai

0
270 views
Ilustrasi: Berkorban demi cinta. (Ist)

Bacaan 1: Kol 3:12 – 17
Injil: Luk 6:27 – 38

MENGALAH adalah mudah untuk diucapkan. Namun sulit dilakukan. Namun pada titik tertentu kita perlu mengalah (berkurban) demi orang lain, terutama orang terdekat.

Sejak dari keluarga, kita sudah diajar mengalah. Demi melihat adik bahagia, sebagai kakak harus rela mengalah.

Inilah yang diajarkan orangtua kepadaku.

Ketika kamu tulus mencinta, pasti rela melakukan apa pun demi kebahagiaan orang terdekatmu.

Itulah cinta.

Tidak peduli apakah kebahagiaanmu menjadi hilang, pikiran hanya terfokus yang penting dia bahagia.

Namun persoalannya, apakah diri ini benar-benar tangguh seperti yang kita harapkan?

Kadang ingin juga mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat kita. Ada saatnya ingin mendapatkan tepukan kecil di bahu tanda apa yang kita lakukan dihargai.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose mengatakan,

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus…”

Sebagai orang Kristen, kita telah dipanggil Allah untuk memberi kasih pada orang lain. Memberikan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Sebagai Kristen kita dipanggil menjadi satu tubuh, di mana damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati.

Sama seperti yang diajarkan Tuhan Yesus,

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Artinya, cinta itu menjadi tidak terbatas dan ekstrim. Dia harus berlaku untuk siapa saja, termasuk kepada musuh yang sangat membencimu. Sebab Allah Bapa juga tidak memandang muka kepada siapa Dia mengasihi.

Allah memberikan matahari yang sama, baik kepada orang baik maupun orang jahat.

Selalu ingat “Hukum Cermin” yang selalu memantulkan sesuatu yang datang kepadanya. Apa pun yang kamu lakukan terhadap orang lain, maka akan terjadi pada dirimu.

Maka supaya pantulan itu sesuatu yang menyejukkan untuk diterima, pantulkanlah cinta kasihmu.

Pesan hari ini

Ketika kamu tulus mencinta, maka kamu rela berkurban bagi orang lain meski kebahagiaanmu sebagai bayarannya. Namun kamu akan menerima kembali kebahagiaanmu yang kamu tukar itu.

Saat mengasihi orang lain, sebenarnya kita sedang mengasihi Tuhan Yesus.

“Jangan pernah takut untuk selalu mencintai, meskipun engkau terluka, selalu ada orang yang sungguh mencintai dan mengasihimu. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here