Home BERITA Lectio Divina 30.01.2023 – Enyahlah, Legion

Lectio Divina 30.01.2023 – Enyahlah, Legion

0

Senin. Pekan Biasa IV (H)  

  • Ibr. 11: 32-40
  • Mzm. 31:20,21,22,23,24
  • Mrk. 5:1-20

Lectio

1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku.”

8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini.” 9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.” 10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.

16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

20 Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Meditatio-Exegese

Di daerah Gerasa Yesus turun dari perahu

Pelayanan Yesus mencakup negeri orang yang tidak mengenal Allah. Inilah kisah perjalanan-Nya yang pertama ke Gerasa, di sebelah tenggara Danau Galilea (Mrk. 5:20) di Dekapolis, perserikatan 10 kota. Sekarang wilayah ini disamakan dengan Yerasy.

Ke tempat itulah Yesus ingin mengisahkan Kerajaan Allah telah datang. Ia ingin berbagi suka cita dengan “domba yang hilang” dari kawanan Israel (Mat. 10:6). Mereka tinggal di antara orang-orang yang berkebudayaan Yunani.

Di Gerasa Yesus menghadapi perlawanan kuasa jahat. Perlawanan itu mirip dengan mukjizat-Nya yang pertama saat Ia mengusir setan dari tubuh dan jiwa orang Yahudi di sinagoga Kapernaum (Mrk. 1:21-27).

Roh jahat mengenali-Nya dan Ia mengalahkanNya. Dengan mengalahkan setan yang menguasai orang Gerasa, Yesus memenuhi nubuat Nabi Yesaya (Yes. 65:1-5).

Nabi Yesaya menulis, “… suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman-taman dewa dan membakar korban di atas batu bata; yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka; yang berkata: “Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku.” (Yes. 65:3-5).

Namaku Legion, karena kami banyak

Saat turun dari perahu, Ia berhadapan dengan orang yang kerasukan setan. Dilukiskan perendahan martabat yang luar biasa, tidak dapat diterima akal sehat.  

Ia dikucilkan, dipasung dengan rantai, dan ditempatkan di kuburan. Ia sudah dinajiskan, sekarang dinajiskan lagi.

Tertulis dalam peraturan kenajisan: orang yang kena kepada mayat, ia najis tujuh hari lamanya (Bil. 19:11). Apabila menjenguk orang mati dalam kemah, orang itu dan segala yang di dalam kemah itu najis tujuh hari lamanya (Bil. 19:14).

Setiap orang yang di padang, entah sengaja atau tidak, tersentuh pada seorang yang mati terbunuh oleh pedang, atau kepada mayat, atau kepada tulang-tulang seorang manusia, atau kepada kubur, orang itu najis tujuh hari lamanya .(Bil. 19:16). 

Mengacu pada Bil 19:16, coba hitung berapa hari ia najis apabila ia tinggal di kuburan selama 365 hari? Dengan cara apa dia disucikan kembali?

Santo Markus mendeskripsikan senyata-nyatanya keadaan orang yang dikuasai kuasa setani. Kuasa itu tidak hanya mengaburkan, tetapi juga menghancurkan manusia, yang diciptakan secitra dengan Allah (Kej. 1:27).

Kata δεδεσθαι, dedesthai, dibelenggu dan diikat (Mrk. 5:4) berasal dari kata kerja yang sama dengan kata δηση, dese, mengikat (Mrk. 3:27), yaitu: deo.

Saat itu Yesus harus mengalahkan seseorang yang sangat kuat (Mrk. 3:23-27).  Di samping itu, kata “legion” mengacu pada kesatuan pasukan dengan jumlah anggota antara 6 ribu hingga 10 ribu prajurit terpilih kemaharajaan Romawi.

Kehadiran pasukan dengan jumlah yang begitu besar tentu menimbulkan ketakutan luar biasa. Dan sebagai penjajah, mereka tidak mau pergi dari wilayah dan penduduk yang diduduki dan dikuasai.

Kini wujud kekuatan setani dan legion tidak pernah menghilang. Kuasa itu memicu untuk eksploitasi atas: kekayaan alam, kekuasaan, perekonomian, hak asasi manusia, hukum, bahkan hidup keagamaan.

Namun, kidung pemazmur berikut membuat tidak gentar, “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu.” (Mzm. 91:7.9).

Sepasukan roh jahat yang diusir Yesus kemudian masuk dalam tubuh babi. Santo Markus mencatat 2000 ekor (Mrk. 5:13). Dan babi itu pun akhirnya mati tenggelam di Danau Galilea atau sebutan penduduk setempat Laut Genesaret, melambangkan kegelapan (Kej. 1:2).

Babi memang menjadi binatang korban untuk orang Yunani dan bangsa lain yang tak mengenal Allah. Dan sekawanan itu mati. Maka Yesus mengajak para domba yang hilang dari kawanan Israel itu untuk menekuni mata pencaharian yang diperkenankan Allah.

Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu

Warta tentang penyembuhan dan pengusiran setan cepat tersebar ke Gerasa. Penjaga babi dan orang yang disembuhkan itu kembali ke perkampungan dan menceritakan apa yang dilakukan Yesus. Orang Yahudi yang disembuhkan itu telah diberi pakaian yang pantas (Mrk. 5:14-15).

Ternyata mereka tidak meminta Yesus tinggal bersama mereka. Sebaliknya mereka meminta-Nya pergi. Barangkali mereka takut terkena hukuman oleh Sanhedrin, Mahkamah Agama Yahudi. Mahkamah agama itu melarang umat Israel berbisnis komoditi haram.

Bila teman sekampung bertahan di Gerasa, yang disembuhkan malah minta bergabung dengan Yesus (Mrk. 5:18). Yesus menolak permintaan itu dan memintanya menjadi pewarta kerahiman-Nya pada semua orang.

Ia mengutusnya menjadi saksi belas kasih Allah (Mrk. 5:19), “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”, Vade in domum tuam ad tuos et annuntia illis quanta tibi Dominus fecerit et misertus sit tui.

Katekese 

Lihatlah Allah-Manusia. Santo Gregorius dari Nazianzus, 330–390.

“Benar, Ia dikenal oleh setan (Luk. 4:33-34; Mrk. 1:23-24), mengusir setan (Mat. 8:16; Mrk. 1:34), menenggelamkan roh legion (Mat. 8:32; Mrk. 5:9,13; Luk. 8:30,33) dan melihat iblis jatuh seperti kilat (Luk. 10:18).

Ia dirajam, namun meleset (Yoh. 8:59; 10:31,39); Ia berdoa sekaligus juga mendengarkan permohonan manusia (Mat 8:13; Mrk 1:35). Ia menangis (Yoh. 11:35), namun ia mengakhiri tetesan air mata (Luk 7:13; 8:522; 23:28).

Ia bertanya di mana Lazarus (Yoh. 11:34) – Ia sungguh manusia; namun ketika  Ia membangkitkan Lazarus (Yoh. 11:43-44) – Ia adalah Allah.” (Oration 29, On The Son 20 ).

Oratio-Missio

Tuhan, bukalah mataku agar aku mengenal kasih-Mu. Ajarilah aku untuk hidup suci dan berani menjadi saksi-Mu di antara orang yang tidak mengenal-Mu. Amin.   

  • Apa yang kulakukan hari ini agar aku dikuasai Allah?

Vade in domum tuam ad tuos et annuntia illis quanta tibi Dominus fecerit et misertus sit tui  – Marcum 5:19

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version