Martir di Aceh

0
254 views
Ilustrasi: St. Stefanuns Martir.

Puncta 01.12.23
PW. Beato Dionisus dan Redemptus,
Biarawan dan Martir Indonesia
Lukas 21: 29-33

PATER DIONISIUS, yang nama aslinya Pierre Berthelot adalah imam Ordo Karmel yang datang ke Aceh sebagai duta untuk menjalin misi diplomatik dari Wakil Raja Goa, Pedro da Silva kepada Sultan Iskandar Thani, pengganti Iskandar Muda.

Ia bersama Bruder Redemptus dan rombongan pedagang Portugis berangkat ke Aceh. Namun orang-orang Belanda (VOC) menyebar isu bahwa mereka akan menyebarkan agama Katolik ke Aceh. Mereka ditangkap dan dipenjara.

Dionisius baru ditahbiskan selama satu tahun dan langsung ditugaskan ke Aceh. Di dalam penjara, mereka mengalami penyiksaan yang berat. Hanya satu bulan dipenjara, mereka dibunuh karena mempertahankan iman Katolik.

Redemptus dan Dionisius dibunuh dengan gada dan lehernya digorok dengan kelewang. Redemptus dan Dionisius bersama beberapa orang dibunuh pada 29 November 1638.

Jenasah mereka dibawa ke Goa, India untuk dimakamkan di sana. Tahun 1900 Dionisius dan Redemptus diberi gelar Beato oleh Tahta Suci.

Dionisius dan Redemptus bermisi membawa damai. Mereka ingin menjalin persahabatan dan persaudaraan. Tetapi persaingan dagang dan politik dengan VOC menghambat misi damai itu.

Yesus bersabda, “Sungguh, angkatan ini takkan berlalu sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

Segala peristiwa akan terjadi bahkan penyiksaan, penindasan dan pembunuhan harus dialami. Tetapi warta Kerajaan Allah tak pernah akan berhenti.

Waktu dan zaman akan berlalu, generasi berganti generasi, tetapi Sabda Allah akan terus bergema dan bergaung dimana saja, selama Tuhan mengutus orang-orang yang siap sedia menjadi pewarta. Tuhan akan terus bersuara melalui rasul-rasul iman.

Melalui pembawa berita Injil, Tuhan akan menyuarakan kebenaran, damai sejahtera, keadilan dan sukacita. Warta Injil itu akan terus disampaikan oleh Dionisius-Dionisius generasi baru.

Kemartiran mereka menjadi pupuk yang menyuburkan benih-benih iman di Indonesia. Pepatah mengatakan, “One falls and a thousand spring up,” yang artinya mati satu akan tumbuh seribu.

Mari kita teruskan perjuangan martir Dionisius dan Redemptus, agar iman semakin subur berkembang di Indonesia. Jadilah martir cintakasih bagi sesama kita.

Di kebun penuh bunga selasih,
Ditanam di samping akasia.
Wartakan iman dengan cintakasih,
Siap melayani bagi sesama kita.

Cawas, diutus sebagai duta cinta
Rm. A. Joko Purwanto Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here