Membasuh Tangan

0
1,736 views

“Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka.” (Mrk 7, 3)

MEMBASUH tangan sebelum makan merupakan kebiasaan yang dilakukan banyak orang dengan alasan higienis atau demi kesehatan. Kebiasaan ini banyak diajarkan orang tua kepada anak-anak.

Membasuh tangan juga menjadi adat istiadat para imam jaman dahulu pada saat mereka melaksanakan upacara atau ibadat. Selain para imam, mereka tidak wajib mambasuh tangan, tetapi wajib membersihkan diri sebelum masuk ke Bait Allah. Membasuh tangan merupakan ungkapan kesalehan.

Membasuh tangan tidak hanya menunjuk pada arti yang sebenarnya, yakni mencuci tangan dengan air dan sabun. Membasuh tangan juga sering dipergunakan sebagai bahasa kiasan, yang artinya tidak mau bertanggung jawab terhadap suatu permasalahan tertentu.

Seorang religius wanita diisukan melakukan korupsi, sehingga mampu memiliki sebuah rumah dan beberapa kendaraan. Isu tersebut terdengar sampai ke telinga pimpinan, sehingga isu ini pun dibahas oleh pimpinan beserta dewannya. Isu tersebut rupanya juga terdengar oleh anggota keluarga religius tersebut. Mereka menemui pimpinannya untuk klarifikasi. Tetapi sang pimpinan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu tentang isu tersebut. Mereka juga menghubungi salah satu anggota dewan untuk membuat klarifikasi. Namun anggota dewan juga menyatakan bahwa diirnya tidak tahu menahu tentang isu tersebut.

Membasuh tangan artinya melarikan diri dari tanggung jawab terhadap hal-hal yang telah dilakukannya. Orang tidak mau menerima konsekuensi dari sikap dan tindakan yang telah dilakukan. Orang tidak berani mempertanggungjawabkan dampak atau akibat yang muncul dari perilakunya. Membasuh tangan berkaitan dengan kebohongan dan ketidakjujuran: mengatakan tidak tahu terhadap hal-hal yang diketahuinya; mengatakan tidak mendengar hal-hal yang telah didengarnya. Kebohongan dan ketidakjujuran tidak hanya ditujukan kepada orang lain, tetapi juga kepada dirinya sendiri dan Tuhan.

Kebiasaan untuk ‘membasuh tangan’ mungkin mengalir dari kedangkalan hidup rohani dan ketidakmampuan untuk berrefleksi.

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here