- Bacaan 01: 2Tim 3:10-17
- Injil: Mrk 12:35-37
Bagi para pembaca Kitab Suci tentu tidak asing dengan kalimat, “…tidak membaca Kitab Suci maka tidak mengenal Kristus.” Kalimat tersebut berasal dari Santo Hieronimus (St. Jerome), “Ignoratio Scripturarum ignoratio Christi est.”
Bukan berarti seseorang harus menjadi ahli Alkitab untuk mengenal Kristus.
Banyak orang sederhana mengenal Kristus dengan iman yang mendalam meski belum membaca Kitab Suci. Santo Hieronimus ingin menyampaikan bahwa Kristus menyatakan diri-Nya melalui Kitab Suci. Sehingga semakin seseorang mengabaikan Kitab Suci, semakin sulit ia mengenal siapa Kristus sebenarnya.
Dalam perikop Markus, Tuhan Yesus mengecam para ahli Taurat karena meski sangat mengenal Kitab Suci namun tidak mampu memahami siapa Mesias. Dalam pemahaman mereka, Mesias hanya sebatas keturunan Daud dan itu memang benar. Mereka gagal memahami Mazmur 110:1 bahwa Mesias adalah “Tuhan “ yang ditinggikan Allah.
“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
- TUHAN (YHWH), Allah Israel.
- Tuanku (Adoni), sosok yang dihormati oleh Daud.
- Duduk di sebelah kanan-Ku, tempat terhormat menunjuk pada penghormatan kemuliaan Kristus.
Ayat Mzm 110:1 paling sering dikutip dalam Perjanjian Baru untuk menjelaskan kemuliaan dan keilahian Kristus. Mereka membaca Kitab Suci namun tidak sampai pada Kebenaran tentang Kristus. Disini Tuhan Yesus sebagai “Guru” menunjukkan bahwa Kitab Suci bukan hanya tentang hukum, tradisi atau nubuat namun juga menunjuk kepada Diri-Nya.
Dalam suratnya kepada anak rohaninya, Rasul Paulus juga bertindak “guru” bagi Timotius. Paulus mengingatkan Timotius bahwa Kitab Suci menuntun kepada keselamatan dalam Kristus:
- “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
- Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”
Di sini Paulus mengajarkan bahwa tujuan akhir Kitab Suci adalah membawa orang kepada Kristus.
Pesan hari ini
Ambil dan bacalah (Tolle Lege) Kitab Suci agar dirimu semakin mengenal siapa itu Tuhan Yesus Kristus. Allah yang berinkarnasi menjadi Manusia untuk menebus dosa manusia dan telah dinubuatkan sejak zaman Perjanjian Lama.
“Dia tetap bersama kita hingga akhir dunia. Dia begitu banyak berdiam di Altar, meskipun begitu sering dihina dan dicela.”
- Bacaan 01: 2Tim 3:10-17
- Injil: Mrk 12:35-37
Mengenal Kristus Melalui Kitab Suci
Bagi para pembaca Kitab Suci tentu tidak asing dengan kalimat, “…tidak membaca Kitab Suci maka tidak mengenal Kristus.” Kalimat tersebut berasal dari Santo Hieronimus (St. Jerome), “Ignoratio Scripturarum ignoratio Christi est.”
Bukan berarti seseorang harus menjadi ahli Alkitab untuk mengenal Kristus.
Banyak orang sederhana mengenal Kristus dengan iman yang mendalam meski belum membaca Kitab Suci. Santo Hieronimus ingin menyampaikan bahwa Kristus menyatakan diri-Nya melalui Kitab Suci. Sehingga semakin seseorang mengabaikan Kitab Suci, semakin sulit ia mengenal siapa Kristus sebenarnya.
Dalam perikop Markus, Tuhan Yesus mengecam para ahli Taurat karena meski sangat mengenal Kitab Suci namun tidak mampu memahami siapa Mesias. Dalam pemahaman mereka, Mesias hanya sebatas keturunan Daud dan itu memang benar. Mereka gagal memahami Mazmur 110:1 bahwa Mesias adalah “Tuhan “ yang ditinggikan Allah.
“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
- TUHAN (YHWH), Allah Israel.
- Tuanku (Adoni), sosok yang dihormati oleh Daud.
- Duduk di sebelah kanan-Ku, tempat terhormat menunjuk pada penghormatan kemuliaan Kristus.
Ayat Mzm 110:1 paling sering dikutip dalam Perjanjian Baru untuk menjelaskan kemuliaan dan keilahian Kristus. Mereka membaca Kitab Suci namun tidak sampai pada Kebenaran tentang Kristus. Disini Tuhan Yesus sebagai “Guru” menunjukkan bahwa Kitab Suci bukan hanya tentang hukum, tradisi atau nubuat namun juga menunjuk kepada Diri-Nya.
Dalam suratnya kepada anak rohaninya, Rasul Paulus juga bertindak “guru” bagi Timotius. Paulus mengingatkan Timotius bahwa Kitab Suci menuntun kepada keselamatan dalam Kristus:
- “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
- Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”
Di sini Paulus mengajarkan bahwa tujuan akhir Kitab Suci adalah membawa orang kepada Kristus.
Pesan hari ini
Ambil dan bacalah (Tolle Lege) Kitab Suci agar dirimu semakin mengenal siapa itu Tuhan Yesus Kristus. Allah yang berinkarnasi menjadi Manusia untuk menebus dosa manusia dan telah dinubuatkan sejak zaman Perjanjian Lama.
“Dia tetap bersama kita hingga akhir dunia. Dia begitu banyak berdiam di Altar, meskipun begitu sering dihina dan dicela.”








































