- Bacaan 1: Yeh 18:1-10.13b.30-32
- Injil: Mat 19:13-15
Dari beberapa kali pengalaman saya kunjungan ke paroki-paroki, kadang masih dijumpai kurang minatnya para remaja yang datang melayani ke Gereja. Bahkan ada orang-orang tua mereka justru melarang untuk aktif di Gereja. Mereka beranggapan, masa remaja harus belajar dan kursus ini itu untuk mempersiapkan masa depannya.
Melalui bacaan-bacaan hari ini, remaja ditantang untuk datang melayani Tuhan Yesus.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santo Tarcisius, seorang akolit (Putra Altar).
Seorang remaja usia 12 tahun yang berani datang kepada Tuhan Yesus. Ia memberanikan diri diutus membawa Hosti (Sakramen Ekaristi) kepada para tahanan di penjara, Roma yang akan dihukum mati. Santo Tarcisius muda itu berkata:
“Pastor, biarkan aku ke sana membawa Tubuh Kristus untuk saudara-saudara kita.”
Meski dilarang pastor dan umat, namun ia tetap teguh ingin mengantarkan Hosti Suci tersebut. Tarcisius bisa melewati penjagaan pasukan tentara, namun ia justru gagal melewati teman-teman sebayanya yang mengajaknya bermain. Tarcisius menolak bermain dengan mereka, sehingga membuat marah teman-temannya lalu melemparinya sampai mati.
Tuhan Yesus bersabda:
“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga.”
Sabda itu tidak meminta kita menjadi anak-anak atau kekanak-kanakan tentu saja. Sebab, kadang-kadang orang dewasa justru sering memperumit kehendak Allah dengan berbagai pertimbangan, kepentingan, dan pembenaran diri. Sementara, anak-anak bisa datang kepada Yesus dengan sederhana.
Nabi Yehezkiel mengingatkan dan mengajak manusia untuk meninggalkan hati lama yang penuh dosa dan menerima hati yang baru. Meninggalkan kebiasaan lama yang jahat dan berubah dalam hidup baru yang dipimpin Roh Kudus. Bahwa setiap orang harus menanggung dosanya sendiri berbeda dengan peribahasa kuno:
“Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?”
Artinya anak-anak harus menanggung kesalahan orang tuanya. Bagi Allah, hal itu tidak berlaku. Allah lebih menghargai dan menerima pertobatan orang jahat dibandingkan dengan orang baik yang malah berlaku jahat.
Pesan hari ini
Jangan tunggu tua untuk berani datang kepada Tuhan Yesus.
“Jangan pernah menyesal mengambil kesempatan, bahkan jika kamu jatuh tersungkur.”














































