Jika Saudaraku Berdosa

0
99 views
Teguran sayang
  • Bacaan 1: Yeh 9:1-7; 10:18-22
  • Injil: Mat 18:15-20

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti “saudara” merujuk pada sanak keluarga, kerabat, atau orang yang mempunyai pertalian kekeluargaan dan ikatan dengan individu. Namun kata “saudara” juga bisa diperluas kepada sahabat, iman, bangsa bahkan komunitas tertentu.

Dua bacaan hari ini berbicara tentang teguran kepada “saudara”.

Teguran merupakan bentuk kasih sayang untuk menyadarkan seseorang dari kelalaian. Menerima teguran dengan hati yang lapang merupakan ciri khas umat Katolik, sesuai dengan ajaran Kasih-Nya.

Matius menuliskan pengajaran Tuhan Yesus tentang tanggung jawab menegur kepada sesama, saudara dan umat yang berbuat dosa serta kuasa mengikat dan melepaskan, serta janji kehadiran Tuhan di tengah umat.

Tuhan memberikan tiga tahapan teguran:

  • Empat mata, secara pribadi agar ia mau mendengarkan.
  • Bawa saksi, selain agar disaksikan juga barangkali ada tambahan saran dari orang lain.
  • Sampaikan pada Gereja (umat), jika kedua tahapan tersebut tidak bisa jalan.

Jika tetap tidak mau mendengarkan maka “saudaramu” boleh dianggap bukan orang Katolik (tidak mengenal Tuhan Yesus).

Keputusan yang ditetapkan oleh Gereja (umat) terhadap teguran itu, merupakan satu kesatuan dengan kehendak Allah serta mendapat pengesahan dari-Nya. Sebab Tuhan Yesus “Kepala Gereja”, maka Dia bersabda:

“Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.”

Sementara, Yehezkiel, mendapat penglihatan tentang “kehancuran Yerusalem” akibat dosa “perselingkuhan iman” yang dilakukan bangsanya Israel. Allah memperlihatkan betapa seriusnya sebuah dosa. Namun Allah memberi kesempatan bagi yang tidak ikut berdosa (diberi tanda Taf atau T di dahi). Setelah itu, Allah memerintahkan hukuman atas Yerusalem.

Sesuatu yang jauh lebih tragis terjadi: kemuliaan Tuhan meninggalkan Bait Allah.

Pesan hari ini

Persoalan utama dalam kedua perikop adalah, bukan sekadar dosa pribadi namun dosa yang mampu dan telah merusak kehidupan seluruh komunitas umat Allah.

Maka lepaskan saudaramu, jika ia tidak mau mendengarkan teguran Gereja.

“Ditegur saat salah merupakan tanda bahwa Allah dan sesamamu masih peduli padamu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo