Apakah Hatiku untuk-Mu?

0
87 views
Membuka hati
  • Bacaan 1: Yeh 12:1-12
  • Injil: Mat 18:21-19:1

Membuka hati dalam Bahasa Inggris sering diucapkan “open one’s heart” atau “open up one’s heart”. Frasa ini sering digunakan ketika seseorang siap menerima cinta, maaf, atau perasaan baru dari orang lain.

Hari ini kita belajar tentang dua hal:

  • Mendengar
  • Pengampunan

Dalam perikop Yehezkiel, secara umum ia mengisahkan tentang manusia (bangsa) yang tidak mau mendengar Allah (mengeraskan hati). Disebutkan bahwa umat memiliki mata, namun tidak melihat. Memiliki telinga, namun tidak mendengar. Artinya, orang-orang yang diperingatkan Yehezkiel telah menerima peringatan namun tidak bertobat.

Yehezkiel diperintahkan Allah melakukan sebuah tindakan simbolis penghukuman bagi mereka, karena tidak mau mendengarkan-Nya, seperti:

  • Persiapan orang yang akan pergi ke pembuangan;
  • Membawa barang-barangnya keluar pada siang hari;
  • Kemudian keluar pada waktu senja;
  • Menggali tembok dan membawa barang-barangnya keluar melalui tembok;
  • Menutupi wajahnya sehingga tidak melihat tanah.

Sebuah drama yang melambangkan pembuangan Raja Zedekia dan penduduk Yerusalem.

Sementara, Matius berbicara tentang pengampunan tanpa batas dari seseorang yang telah menerima pengampunan dari Tuhan. Orang seperti ini seharusnya mampu mengampuni sesamanya.

Saat itu Petrus bertanya jumlah pengampunan yang harus ia lakukan dan memberikan contoh angka sempurna dalam Tradisi Yahudi, yaitu tujuh (kali). Petrus berpikir tujuh kali pengampunan sudah cukup murah hati.

Namun Tuhan Yesus menjawab:

“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Manusia tidak harus terjebak membatasi pengampunan kepada sesamanya (490 kali). Seorang murid Kristus tidak boleh membatasi pengampunan dengan perhitungan matematis.

Pesan hari ini

Apakah hatiku masih terbuka (mau mendengar) terhadap teguran Allah? Apakah pengampunan yang telah kuterima dari-Nya mampu membuka hatiku untuk mengampuni tanpa batas?

“Jangan hidup dengan menghitung berapa kali kamu mengampuni. Hiduplah dari kesadaran bahwa kamu sendiri terus-menerus hidup dari pengampunan Allah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo